Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat: Duet Anies-AHY Harapan Masyarakat

Pengamat: Duet Anies-AHY Harapan Masyarakat
Anies dan AHY. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 November 2022 12:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai paling potensial memenangkan pilpres 2024. Potensial tersebut terlihat dari hasil simulasi pasangan capres yang dilakukan beberapa lembaga survei yang kredibel.

Demikian diungkapkan Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga kepada GoNews.co, Kamis (17/11/2022) di Jakarta. "Duet Anies-AHY bersaing ketat dengan Duet lainnya seperti Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto-Puan Maharani atau Ganjar-Erich Thohir atau Prabowo-Muhaimin Iskandar," ujarnya.

Duet Anies-AHY kata Dia, elektabilitasnya cenderung naik, sementara duet lainnya cenderung statis. Kecenderungan itu tampaknya akan semakin meningkat seiring semakin intensnya Anies dan AHY melakukan kerja-kerja politik. "Meroketnya Dduet Anies-AHY diperkirakan karena kejenuhan masyarakat atas kondisi sosial, ekonomi, dan politik saat ini di tanah air," urainya.

Sebagian besar masyarakat kata Mantan Dekan Universitas Esa Unggul itu, justru sudah banyak yang apatis. Diantara mereka sudah tidak yakin lagi ada perubahan dengan pendekatan pembangunan saat ini. "Sebagian masyarakat tampaknya berharap banyak kepada Anies-AHY untuk mengubah keadaan saat ini. Misi perubahan yang diusung Anies tampaknya sejalan dengan harapan Sebagian besar masyarakat," paparnya.

Jadi tegasnya, Anies-AHY dinilai pasangan yang dapat membawa perubahan di tanah air. "Harapan itu kiranya yang membuat Anies-AHY dielu-elukan masyarakat," tukasnya.

Persepsi masyarakat kata Jamil, juga sesuai dengan slogan Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat. "Slogan itu tampaknya diterapkan para kadernya sehingga rakyat berharap banyak kepada AHY dan Demokrat," tandasnya.

Perpaduan perubahan dan berkoalisi dengan rakyat menurutnya juga menumbuhkan harapan yang besar kepada Anies-AHY. Kiranya hal itu yang membuat sebagian besar rakyat menilai duet Anies-AHY akan mampu membawa perubahan untuk kesejahteraan yang berkeadilan.

"Karena itu, sudah saatnya Nasdem, Demokrat, dan PKS untuk mengusung Anies-AHY. Pasangan ini jauh lebih potensial bila dibandingkan dengan Duet Anies-Ahmad Heryawan. Diperlukan pendekatan khusus kepada PKS agar rela menarik kadernya dari keinginan menjadi cawapres Anies. Hal itu diperlukan agar Duet Anies-AHY dapat ikut berkonsultasi untuk memenuhi harapan sebagian besar masyarakat Indonesia. Setidaknya gelombang keinginan perubahan dari masyarakat dapat diakomodir Duet Anies-AHY," pungkasnya.***

wwwwww