Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
23 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
21 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kompetisi Sepakbola Dibutuhkan untuk Pembentukan Timnas Hadapi Piala AFF dan Piala Dunia U-20

Kompetisi Sepakbola Dibutuhkan untuk Pembentukan Timnas Hadapi Piala AFF dan Piala Dunia U-20
Menpora Amali dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan tentang hasil Rakor terkait kompetisi. (Foto: Humas Kemenpora)
Senin, 28 November 2022 20:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Bergulirnya kembali kompetisi sepakbola sangat penting karena ada kebutuhan terbentuknya Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia dalam menghadapi Piala AFF Tahun 2022 dan Piala Dunia U-20 Tahun 2023. Hal itu merupakan kesimpulan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penyelenggaraan kompetisi Liga 1 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (28/11/2022). 

“Beberapa catatan yang kami bisa simpulkan yang pertama adalah kita punya kebutuhan untuk mempersiapkan Timnas Indonesia baik untuk Piala AFF maupun Piala Dunia U-20. Piala Dunia U-20 dimana kita menjadi tuan rumah, yang semuanya mereka adalah anak-anak atau para pemain yang ada di dalam klub masing-masing,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali.

Menpora Amali menjelaskan, para pemilik klub dari 18 klub Liga 1 yang hadir dalam Rakor ini telah sepakat memberikan dukungan sepenuhnya terhadap terbentuknya Timnas Indonesia yang angguh baik senior maupun kelompok umur.

“Artinya komitmen dari klub terhadap terbentuknya Timnas Indonesia sudah sangat jelas. Tapi, kita tahu persis bahwa kalau hanya dengan latihan saja, apakah itu latihan dalam negeri maupun di luar negeri itu tidak cukup. Harus ada atmosfer kompetisi yang bisa mengasah kemampuan Timnas,” jelasnya.

Sebab, lanjut Menpora Amali, dengan adanya kompetisi juga, maka pelatih dapat melihat pemain-pemain yang dibutuhkannya untuk timnas. Apabila pemain-pemain yang telah mengikuti TC selama ini dalam perjalanananannya dievaluasi dan tidak mungkin dimainkan lagi maka dia harus diganti dengan pamain yang dihasilkan dalam kompetisi.

Oleh karena itu, kompetisi yang telah terhenti sejak adanya tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu, PT LIB dan PSSI sendiri telah melakukan perbaikan-perbaikan atau transformasi terhadap pengelolaan kompetisi. Disamping itu, dari pihak Polri sendiri telah menyampaikan berbagai hal-hal terutama terkait SOP pengamanan yang berkaitan dengan kompetisi.

Dikatakan Menpora Amali, pihak Kepolisian akan mengundang stakeholder terkait terutama pengelola kompetisi yakni PT LIB dan PSSI untuk melakukan rapat merumuskan terkait penyelenggaraan kembali kompetisi.

“Masih ada satu tahapan lagi yakni pihak Polri akan mengundang langsung pengelola kompetisi (PT LIB) dan PSSI untuk merumuskan terakhir seperti apa, dari situ kemudian baru Polri akan memutuskan apakah kompetisi ini boleh lanjut atau tidak,” pungkas Menpora.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan dalam rakor ini, pihaknya meminta kepada pemerintah agar kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 dapat digulirkan kembali.

Hal ini juga sesuai dengan permintaan pelatih tim nasional Shin Tae-yong yang meminta agar ada kompetisi setelah evaluasi terhadap tim nasional yang baru kembali dari TC panjang di Turki maupun Spanyol.

“Permintaan Shin Tae-Yong kepada kami dan Menpora untuk tetap meningkatkan performa dari para pemain, anak-anak yang baru selesai latihan itu harus digulirkan kompetisi,” harapnya.

Hadir dalam Rakor ini antara lain Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus, Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si, Kepala Sub Direktorat Wilayah I Direktorat Prasarana Strategis, Feriqo Asya Y dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan serta perwakilan pemilik klub dan stakeholder lainnya. ***

wwwwww