Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
6 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Prestasi Olahraga Indonesia Harus Murni dan Tanpa Doping

Prestasi Olahraga Indonesia Harus Murni dan Tanpa Doping
Menpora Anali membuka Seminar Sinergi Stakeholder Dalam Mewujudukan Olahraga Indonesia Bebas Doping. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 30 November 2022 18:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Prestasi olahraga Indonesia yang dicapai dari keikutsertaannya pada berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional harus murni tanpa doping. Penegasan itu  disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali saat membuka seminar yang diselenggarakan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Seminar tersebut bertemakan: Sinergi Stakeholder Dalam Mewujudukan Olahraga Indonesia Bebas Doping. “Kita menginginkan prestasi olahraga Indonesia bagus ditingkat dunia. Prestasi didapatkan hasil dari pembinaan dan kerja keras, disiplin, bukan menghalalkan segala cara termasuk doping,” kata Menpora Amali.

Menpora Amali berharap, para stakeholder olahraga dan para pimpinan cabang olahraga dapat serius mengikuti seminar ini. Sebab, mereka merupakan ujung tombak dalam cita-cita Indonesia bebas dari doping.

Sebelumnya, WADA pernah membekukan sejumlah hak-hak Indonesia di bidang olahraga di antaranya bendera negara dilarang berkibar ketika atlet Indonesia naik podium saat upacara penyerahan medali. Namun, atas kerja keras seluruh stakeholder olahraga, akhirnya sanksi tersebut dicabut pada 3 Februari 2022.

“Saat Indonesia terkena dari sanksi WADA (Badan Anti-Doping Dunia), baru kita sadar akan pentingnya pemahaman ini. Saya harap sanksi WADA sudah cukup dan mari jadikan pembelajaran,” jelas Menpora Amali.

Lebih lanjut, Menpora Amali juga memberi apresiasi kepada IADO yang telah menyelenggarakan seminal pertama ini. Menurut Menpora Amali, para peserta seminar harus bisa memanfaatkan kesempatan ini.

“Anti-doping ini harus penting disosialisasikan. Pemimpin cabor, atlet, dan pelatih harus bisa memahaminya,” tutur Menpora Amali.

Terima kasih juga kepada IADO yang sudah merubah citra Indonesia menjadi baik di mata WADA. Kita menjadi salah satu negara yang punya komitmen terhadap olahraga yang bersih, sportif, disiplin, dan anti-doping,” pungkas Menpora Amali. ***

wwwwww