Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
10 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Olympic

Di Hadapan Jokowi, Megawati Bilang Kalau Sudah Dua Kali, Ya Maaf Dua Kali Saja!

Di Hadapan Jokowi, Megawati Bilang Kalau Sudah Dua Kali, Ya Maaf Dua Kali Saja!
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)
Selasa, 10 Januari 2023 18:42 WIB

JAKARTA - Desas desus wacana perpanjangan masa jabatan presiden memang menjadi perhatian tersendiri bagi petinggi partai politik. Tidak terkecuali, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Bagi Megawati, semua harus taat pada aturan. Jika sudah menjabat maksimal dua periode maka sudah cukup tidak perlu diperpanjang.

"Lah kalau sudah dua kali, ya maaf, ya dua kali," kata Megawati dalam pidatonya di HUT ke-50 PDI Perjuangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1).

Pada acara tersebut, tutut hadir Presiden Joko Widodo yang merupakan kader PDIP. Megawati lantas menyinggung, Jokowi paham akan hal itu. Pasalnya, dia menjadikan Jokowi sebagai presiden karena punya kepintaran.

"Bukan Pak Jokowi nggak pinter, ngapain saya jadiin kalau dia nggak pinter," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww