Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

'Cuma Puji Diri Sendiri dan Meremehkan Orang Lain' Politikus Senior Prihatin Pidato Megawati

Cuma Puji Diri Sendiri dan Meremehkan Orang Lain Politikus Senior Prihatin Pidato Megawati
Ketua Umum PDI Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)
Kamis, 12 Januari 2023 14:40 WIB

JAKARTA - Pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri masih menjadi perbincangan. Lantaran dalam pidatonya dianggap merendahkan presiden.

Pidato yang dilakukan pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023) itu menyisakan berbagai kode-kode politik tertentu. Megawati bahkan dianggap meremehkan Presiden Joko Widdo yang menyebut 'kasihan' pada kadernya itu.

Hal ini juga disorot oleh politikus senior, Abdillah Toha melalui akun Twitternya. "Profesor Megawati. Pada ultah PDIP ke 50, hampir seluruhnya memuji dirinya, sambil meremehkan orang lain termasuk kepala negara kita yang hadir," ungkap Abdillah Toha pada akun Twitternya, Rabu (11/1/2023).

"Juga berkali-kali memerintahkan hadirin bertepuk tangan," imbuhnya.

Abdillah Toha menyebutkan bahwa dia prihatin dengan partai terbesar yang ketua umumnya tak pernah diganti. "Nasib negeri ini punya pemimpin sebuah partai terbesar yang tidak pernah diganti," tambahnya.

Cuitan mantan penasihat wakil presiden itu sontak mengundang berbagai respons dari warganet. "Jika besok kita sudah tua pasti akan seperti itu juga, romatika masa muda ketika masih cantik dan ganteng akan paling sering kita ungkapkan kepada orang lain," komentar warganet.

"Mungkin dia sudah memasuki fase orang sepuh yang suka dengan memutar kembali kaset masa lalu pada bagian yang disenanginya, terutama yang membuat dia bangga," imbuh warganet lain.

"Beliaulah yang berperan mendorong Jokowi sebagai pemimpin bangsa ini, di mana banyak sekali progres ke arah yang positif yang telah terjadi hingga saat ini," tambah lainnya.

"Makanya presiden dibatasi 2 periode, kalau lebih godaan kekuasaan sangat berat. Tidak semua orang kuat," tulis warganet di kolom komentar.

"Bisa-bisanya pemimpin PDIP yang jadi panutan para anggotanya mengeluarkan selera humor yang merendahkan kepala negara di depan publik? Apakah tidak ada kata-kata lain yang lebih bijak?" timpal lainnya.

Ketua Umum PDI Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Pada kesempatan itu, Megawati sering kali melemparkan candaan di depan ratusan kader PDIP yang datang. Bahkan Megawati beberapa kali tampak menggoda Presiden Joko Widodo.

Salah satunya saat Megawati membahas tentang program stunting yang diusung oleh PDIP. "E PDI Perjuangan menggalakkan stunting, mbok aku dikasih bintang," sindir Megawati yang dibalas senyum oleh Presiden Joko Widodo.

"Pak Jokowi tuh suka ngono (gitu), mentang-mentang padahal kalau Pak Jokowi enggak ada PDI Perjuangan kasihan loh, udah legal formal loh beliau jadi presiden kan diikuti terus sama saya aturan mainnya," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww