Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Olympic

Pasang Perangkap dengan Umpan Ayam, Warga Padang Pariaman Berhasil Tangkap Buaya Seberat 100 Kg

Pasang Perangkap dengan Umpan Ayam, Warga Padang Pariaman Berhasil Tangkap Buaya Seberat 100 Kg
Penampakan buaya yang dievakuasi BKSDA Sumatera Barat. (Foto: Istimewa)
Minggu, 29 Januari 2023 11:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PADANG PARIAMAN - Buaya berbobot kurang lebih 100 kilogram berhasil ditangkap warga kawasan Palak Tonsin, Korong Pasa Ulakan, Nagari Ulakan Induak, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/1/2023) malam.

Buaya dengan panjang sekitar dua meter tersebut awalnya diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB, tengah berjemur di pinggir sungai. Melihat aktifitas buaya itu, warga coba memasang perangkap dengan menggunakan umpan ayam.

Tokoh pemuda setempat Helmi Tanjung mengatakan, usai mengetahui keberadaan buaya pihaknya berusaha membuat perangkap buaya agar buaya itu dilepaskan ke kawasan yang jauh dari pemukiman warga. "Alhamdulillah satu ekor buaya berhasil masuk perangkap. Ia kami umpan menggunakan ayam. Saat ini buaya tersebut telah kami amankan," ungkap Helmi.

Dikatakannya, sebelum ditangkap beberapa kali warga telah melihat buaya besar di kawasan itu. Warga semakin resah karena tidak sekali dua kali buaya menampakan diri. Mereka dekat dengan aktifitas warga.

Oleh sebab itu, pihaknya sepakat untuk membuat perangkap, agar bisa memindahkan hewan liar itu ke habitatnya yang jauh dari aktifitas warga. Menurut Helmi, upaya menangkap buaya tersebut cukup efektif untuk menghindari korban. Namun tentu harus hati-hati agar buaya tidak mati atau terluka. "Kita hanya berusaha menjauhkannya dari tempat warga agar tidak ada korban. Lagian buaya adalah hewan yang dilindungi, tidak boleh membunuh sembarangan," katannya.

Sementara itu, Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono membenarkan adanya penangkapan buaya tersebut. "Iya benar saat ini sudah dievakusi Tim dari BKSDA," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (29/1/2023).

Saat ditanya apakah pengakapan buaya tersebut sudah sesuai prosedur dan diperbolehkan, Ardi mengungkap tidak masalah. "Kita cek dulu kesehatannya, kita harus tahu juga dampaknya apa bagi sang buaya itu. Yang penting tidak ditangkap menggunakan pancing yang bisa melukai sang buaya," urainya.

"Kita observasi dulu dampaknya, semoga buaya itu tetep sehat karena buaya tersebut sedang sensitif gangguan karena masa kawin dan bertelur," pungkasnya.***

wwwwww