Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Sepakbola

17 Hari Jelang Kongres, KPK Diminta Awasi KLB PSSI

17 Hari Jelang Kongres, KPK Diminta Awasi KLB PSSI
Ilustrasi PSSI. (Foto: Net)
Senin, 30 Januari 2023 15:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - H-17 Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI suasana mulai panas. Manuver dilakukan sejumlah calon. Utamanya, calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 yang notabene pejabat negara.

Ada empat pejabat negara yang turun gunung ikut kontestasi pemilihan pejabat PSSI di KLB yang dijadwalkan 16 Februari 2023 mendatang.

Mulai dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPD RI), LaNyalla Mattalitti, Menteri BUMN, Erick Thohir, Menpora Zainuddin Amali, sampai Wakil Menteri Dalam Negeri, Jhon Wempi Witepo.

Erick misalnya sudah mengumpulkan sejumlah voter di Hotel Pullman, Jakarta yang digalang tim suksesnya Iwan Budianto, Yunus Nusi, Juni Rachman, Pieter Tanuri, Ferry Paulus. Sejumlah voter dari pulau Sumatera diberikan akomodasi dan transportasi. 

Hari ini sampai Rabu, 1 Februari 2023 giliran Menpora Zainuddin Amali yang mengumpulkan 19 voter di Palembang dengan agenda Forum Grup Discussion (FGD) Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.

"Menarik, tiba-tiba Menpora buat FGD Inpres yang dikeluarkan sejak 2019. Kemana saja selama ini. Makin menarik FGD tidak mengundang semua klub di pulau Sumatera. Hanya 10 Asprov dan 9 klub yang tercatat sebagai pemilik suara di KLB," kata Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali di intagramnya @akmalmarhali20

Agar tidak bias uang negara digunakan untuk penggalangan suara, Akmal Marhali meminta Komisi Prmberantasan Kotupsi (KPK) harus ikut mengawasi. "Jangan sampai uang negara digunakan untuk mobilisasi suara. Sudah menjadi rahasia unum sejak era Nurdin Halid pada 2003, Kongres PSSI beraroma #moneypolitic," ungkapnya. 

"Jumlahnya pun cukup besar. Tembus Rp 500 juta sampai 1 miliar per suara. Jangan sampai sepakbola Indonesia jadi sepakbola NPWP (Nomor Piro, Wani Piro) dan peserta Kongres jadi Peserta 3D (Datang, Duduk, Duit)," lanjutnya. 

Menurut Akmal, segala sesuatu yang ditanam dengan cara yang tidak benar, maka akan menuai hasil yang juga tidak benar. "Kasihan sepakbola Indonesia yang selalu jadi korban karena kepentingan jabatan yang selalu dijadikan batu loncatan!," tandasnya.***

wwwwww