Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Sepakbola

MAKI: Jangan Pilih Orang Bermasalah Jadi Ketum PSSI

MAKI: Jangan Pilih Orang Bermasalah Jadi Ketum PSSI
Ilustrasi PSSI. (Foto: Istimewa)
Senin, 30 Januari 2023 13:03 WIB

JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai PSSI membutuhkan sosok pemimpin yang bersih dan berintegritas. Oleh karena itu, Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, orang yang pernah terbelit kasus korupsi seharusnya tidak dipilih menjadi pemimpin.

"Jangan pilih koruptor dan orang bermasalah dengan korupsi," tutur Boyamin kepada wartawan, Jakarta, Senin (30/1/2023).

Dia menyebut, orang yang pernah terlibat kasus korupsi berpotensi maju dengan cara menjilat dan berbagai langkah tak terpuji lainnya. Sementara masih banyak sosok yang berprestasi. "Dikalahkan karena kedekatan. Ini masalahnya," jelas dia.

Kembali Boyamin mengingatkan agar jangan pernah memilih pelaku korupsi atau orang yang pernah bermasalah dengan pidana rasuah sebagai pemimpin. "Masyarakat sudah cerdas, masih banyak orang baik di negeri ini," Boyamin menandaskan.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti kembali mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI. Statusnya yang pernah terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah pemprov Jawa Timur dipersoalkan berbagai pihak, salah satunya MAKI.

LaNyalla pernah menjadi Ketum PSSI. Pada masa kepemimpinannya, FIFA sempat memberikan sanksi berupa pembekuan terhadap sepak bola Indonesia, buntut konflik antara La Nyalla dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu, Imam Nahrawi.

Komite Pemilihan (KP) PSSI telah menutup pendaftaran bursa pemilihan Ketua PSSI, Wakil Ketua PSSI, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode 2023-2027. Pengembalian berkas kesediaan dicalonkan menjadi Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Exco PSSI ditutup pada Senin (16/1/2023) pukul 18.00 WIB.

Ketua KP, Amir Burhanuddin, mengatakan 5 orang telah mendaftar sebagai Calon Ketua PSSI, 17 Wakil Ketua PSSI, dan 78 anggota Exco PSSI. Lima orang yang mendaftar sebagai Calon Ketua PSSI adalah La Nyalla Mattalitti, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, Erick Thohir, dan Ferry Jemy Francis.

Sementara, 17 Calon Wakil Ketua PSSI di antaranya Zainudin Amali, Iwan Budianto, Yunus Nusi, hingga Ratu Tisha Destria. Namun, Amir Burhanuddin belum dapat mengumumkan secara langsung 78 calon anggota Exco PSSI yang nantinya bakal dirilis dalam situs PSSI.

"Kemudian, ada satu nama yang mendaftar di-drop karena mendaftar lebih dari pukul 18.00 WIB, yaitu masuk pukul 19.17 WIB. Saya tidak bisa sebutkan namanya," ujar Amir Burhanuddin di Kantor PSSI, GBK Arena, Senin (16/1/2023) malam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww