Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Terancam Punah, Antropolog Belanda Ingatkan Indonesia agar Melestarikan Batik Tulis

Terancam Punah, Antropolog Belanda Ingatkan Indonesia agar Melestarikan Batik Tulis
Antropolog dari Belanda Sandra Niessen saat hadir di Kota Pekalongan, Jawa tengah. (Foto: Istimewa)
Senin, 30 Januari 2023 11:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKALONGAN - Upaya pelestarian Batik terus digiatkan oleh berbagai kalangan. Pekalongan Heritage bersama dengan Batang Heritage, Pekalongan Creative City Forum (PCCF), dan Museum Batik Pekalongan menghelat bincang 'Batik Peranakan' dengan menghadirkan seorang antropolog dari Belanda.

Acara tersebut bertempat di Aula Museum Batik Pekalongan, Minggu (29/1/2024) kemarin.

Acara yang bertajuk 'Bincang Bersama Sandra Niessen' ini membahas tentang seluk beluk dan pelestarian batik. Kegiatan ini juga untuk menjalin silaturahmi, saling tukar informasi tentang batik peranakan.

Sandra Niessen adalah antropolog dari Belanda yang juga seorang ahli kain tradisional. Dalam pemaparannya, Sandra Niessen mengaku sangat miris, pasalnya, sejak Covid-19 produksi batik tulis mengalami penurunan.

"Selain karena faktor penurunan ekonomi masyarakat. Batik tulis juga sudah semakin jarang. Takutnya, batik ini akan hilang dikemudian hari, sehingga butuh dukungan dari berbagai pihak untuk melestarikannya," kata Sandra.

Jika batik tulis hilang dalam satu generasi kata Sandra, maka akan semakin sulit untuk melestarikannya. "Batik harus dikembangkan jangan sampai hilang dalam waktu singkat ini," tegasnya.

Sementara itu, Budayawan asal Batang, M J A Nashir mengungkapkan, Sandra Niessen hadir ke Pekalongan, selain silaturahmi juga ada kaitanyya dengan batik peranakan, salah satunya batik buketan yang erat kaitannya dengan Belanda. "Bahkan Batik Buketan juga menjadi ciri khas Pekalongan. Selain itu juga Batik hibah dari Australia ini mulai dipamerkan lagi. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sehingga batik dapat terus dilestarikan," terang Nashir.

Terkait peserta disebutkan Nashir ada dari komunitas dan penggiat batik dari berbagai daerah. Nashir berharap batik terus lestari dan generasi muda saat ini juga berperan melestarikan batik.***

wwwwww