Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Olympic

Menyesal Jadi Eksekutor Pembunuhan Berantai, Duloh Siap Dihukum Mati

Menyesal Jadi Eksekutor Pembunuhan Berantai, Duloh Siap Dihukum Mati
Tersangka eksekutor dalam kasus pembunuhan berantai atau serial killer, Solihin alias Duloh. (Foto: Tangkapan Layar/BTV)
Selasa, 07 Februari 2023 15:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Duloh alias Solihin menyesal menjadi eksekutor pembunuhan berantai atau serial killer. Duloh pun siap dihukum mati.

Duloh hanya bisa meratapi penyesalannya karena terjerumus dalam kasus pembunuhan berantai atau serial killer yang didalangi Wowon Erawan alias Aki. "Siap, siap. Apa saja (hukumannya) yang itu dilaksanakan, saya terima," ucap tersangka kasus pembunuhan berantai, Duloh kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Duloh mengakui kejahatannya dengan membunuh banyak orang. Dia mendapat perintah dari Wowon lewat peran fiktif sebagai sosok Aki Banyu dalam kasus pembunuhan berantai atau serial killer itu.

Duloh mengaku khawatir setelah mengeksekusi korban kedua. Namun, ia tak bisa menolak dan termakan janji Wowon yang akan memberi Rp 500 juta. "Kalau pertama tidak takut, sesudahnya takut. Tidak bisa tidur. Ya kemarin (pembunuhan di Bekasi) juga sama kepikiran. Takut, tetapi pasrah aja. Demi duit itu, sudah uang sama sakti gitu," katanya.

Sebelum kasus pembunuhan berantai tersebut terungkap, Wowon Erawan alias Aki belum berpikir untuk menyudahi aksi bengisnya. "Tetapi sekarang saya mau tobat pak," kata Wowon.

Wowon mengaku kerasukan setan, sehingga tega bertindak bengis. "Percaya Tuhan. Saya sudah kemasukan setan pak. Saya menyesal sekarang, mau tobat," katanya.

Aki alias Wowon siap mempertanggungjawabkan segala yang telah dilakukannya. Dia pun siap dijerat dengan hukuman mati.***

wwwwww