Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Achsanul Qosasi Bicara Soal Bantuan Uang Negara Buat Timnas Indonesia

Achsanul Qosasi Bicara Soal Bantuan Uang Negara Buat Timnas Indonesia
Anggota III BPK RI, Achsanul Qosasih. (Foto: Twitter)
Kamis, 23 Februari 2023 11:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota III Badan Pemeriksa Keungan Republik Indonesia (BPK RI), Achsanul Qosasi bicara soal bantuan uang negara atau dana APBN buat Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Sebab. kata AQ, panggilan akrabnya, tidak ada dalam nomenklatur.

"Anggaran negara untuk sepakbola (Timnas) bukan wajib (mandatory). Artinya, negara tidak wajib membiayai, makanya PSSI tidak punya BA/Nomenklatur sendiri," kata Achsanul yang diupload di akun twitter @achsanulqosasih. 

"Jika PSSI butuh bantuan negara untuk Timnas, maka PSSI wajib membuat Proposal yang diajukan melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemepora)/KONI. Itupun belum tentu disetujui," tambahnya. 

Dalam sejarah, kata Achsanul yang juga Presiden Madura United FC, PSSI menerima bantuan negara saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, tuan rumah Piala AFF tahun 2010 dan 2016. Kemudian, tuan rumah Asian Games 2018 dan bantuan Trainning Camp  (TC) Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U 20 pada tahun 2020. 

"Artinya PSSI menerima bantuan negara hanya di saat event penting (Tuan Rumah dan kalender FIFA), tidak semua kegiatan TimNas (PSSI) dibiayai negara," tegasnya.

Mantan Bendahara Umum PSSI ini juga membuka jumlah total bantuan negara untuk PSSI yakni Rp.140 Milyar dialokasikan buat Timnas Indonesia dan lebih kurang Rp 280 Milyar untuk pelaksanaan Piala Dunia (World Cup) U 20 Tahun 2023.

Dalam biaya operasional sehari-hari, kata Achsanul, PSSI tidak dibiayai negara. Sumber Utama PSSI adalah nilai jual Kompetisi dan hak siar Tim Nasional. Penerimaan PSSI/tahun sekitar Rp500 Milyar digunakan untuk memutar Kompetisi (profesional, amatir, Kelompok Umur), TimNas Wanita, Beach Soccer, dan operasional PSSI.

Besarnya biaya Timnas itu karena ada 7 kategori. Yakni, Timnas U-16, U-18, U-20, U-23; TimNas Senior, Timnas Wanita, dan Beach Soccer. "Yang sering dibantu: TimNas Senior, mulai Persiapan (TC) s/d Pelaksanaan. Setelah selesai, direview BPKP, dan diperiksa @bpkri," jelasnya.

Lebih jauh Achsanul mengatakan PSSI dan organisasi cabang olahraga lain memang , tidak dibiayai Negara. Tapi, produk-nya bisa (harus) dibantu oleh Negara, karena dia bertarung atas nama Negara.

"Bantuan berupa honorarium, akomodasi, konsumsi, suplemen, try out, training camp, dan peralatan. Sedangkan gaji pelatih menjadi beban PSSI," tulisnya.

Achsanul yang mengaku 11 tahun menangani keuangan PSSI juga menyebut adanya bantuan dari FIFA dan AFF Rp.3,5 Milyar (FAP) per tahun. Bahkan, katanya, bantuan dana trsebut harus dipertanggjwabkan.

"Kita doakan pengurus PSSI terpilih segera memereskan yang belum selesai. Perijinan Kompetisi satu paket, Badan Tim Nasional, Penugasan Wasit, dan kompetisi Kelompok Umur," tutupnya. ***

wwwwww