Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Kasus Guru Perkosa Siswi MA di Batang, Pihak Sekolah Sebut Keduanya Pacaran

Kasus Guru Perkosa Siswi MA di Batang, Pihak Sekolah Sebut Keduanya Pacaran
Korban saat melapor ke Mapolres Batang. (Foto: GoNews.co)
Senin, 27 Maret 2023 10:33 WIB

BATANG - Peristiwa seorang guru yang melakukan perkosaan pada muridnya di ruang kelas, ditampik pihak yayasan sekolah. Pihak sekolah menyebut korban dengan gurunya berpacaran.

Pihak yayasan sekolah menjelaskan, tidak ada kasus persetubuhan antara guru dan siswinya di ruang kelas. Hal tersebut dikatakan Ketua Yayasan, Ahmad Sukron Sitqon, saat ditemui awak media, di Subah, Senin (27/3/2023).

Menurut Ahmad Sukron, pihaknya sendiri telah mendengar peristiwa tersebut dan langsung memanggil keduanya, baik guru maupun siswa secara terpisah untuk dimintai keterangan. Dari klarifikasi itu, pihak sekolah menyebut siswi dan guru tersebut berpacaran. "Kalau dari kami, temuan kami pendapat kami itu, tidak terjadi pelecehan, atau pemaksaan, tidak," ungkap Ahmad Sukron seperti dilansir GoNews.co dari DetikJateng.

Pihak sekolah heran kenapa terjadi tuduhan perkosaan. Ia juga mengungkapkan hasil temuan pihak sekolah tidak terjadi pemerkosaan di ruang kelas, seperti apa yang dilaporkan korban ke kepolisian dan ke media. "Dari situ kita heran kok laporannya itu seperti itu. Kemudian mengenai terjadi di sekolahan, itu kami tanyakan ke guru mengakui iya terjadi seperti itu. Tapi itu juga suka sama suka tidak pelecehan, tidak pemaksaan dan menurut pengakuan berdua itu hanya bercumbu atau cium, tidak sampai ke berhubungan badan," ungkapnya.

Ia menceritakan, awal mula peristiwa tersebut terjadi dari siswinya sendiri yang justru meminta waktu pada gurunya untuk curhat. "Itu diawali curhatan, yang minta curhat yang putri (siswi), yang putri ini minta curhat juga sudah berhubungan sudah akrab (dengan guru seni budaya). Mereka pacaran, kan aneh kalau terjadi kekerasan seksual," kata Sukron.

Bahkan, diakuinya, pada Minggu malam (26/3), pihaknya juga langsung menyerahkan guru yang bersangkutan ke polisi untuk dimintai keterangan. "Kemudian karena kepolisian juga minta konfirmasi dan pemeriksaan, (guru) juga saya bawa ke polres. Sudah sejak semalem, dan sampai pagi ini masih di sana dan siang ini selesai," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Jawa Tengah
wwwwww