Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tradisi Pacuan Kuda Rakyat Diharapkan Berdampak Terhadap Roda Perekonomian Masyarakat

Tradisi Pacuan Kuda Rakyat Diharapkan Berdampak Terhadap Roda Perekonomian Masyarakat
Menpora Dito saat menghadiri acara Tradisi Pacuan Kuda Rakyat di Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Humas Kemenpora)
Kamis, 27 April 2023 17:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEBUMEN - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, berharap kejuaraan pacuan kuda rakyat yang digelar di Kebumen dapat lebih sering dilaksanakan untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat di Kebumen

"Saya harap kejuaraan seperti ini setahun bisa dua kali diselenggarakan, ke depan konsepnya bisa diiringi dengan budaya dan kesenian seperti band," kata Menpora Dito usai menyaksikan final pacuan kuda di Lapangan Pacuan Kuda, Desa Tegalrejo, Ambalresmi, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (27/4/2023).

Menpora Dito, mengaku senang melihat antusiasme masyarakat untuk menyaksikan kejuaraan yang sudah melegenda di tengah masyarakat Kebumen puluhan tahun ini.

"Pacuan kuda ini sudah ada sejak tahun 1956, ini adalah kebudayaan yang sangat bagus mengkombinasi antara budaya dan rohani karena berkuda adalah sunah rosul, sehingga meningkatkan kecintaan kita kepada agama kita," papar Menpora Dito yang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Sesdep Pembudayaan Olahraga Suyadi Pawiro.

"Ini juga animo masyarakat Kebumen dari ujung sana sampai ujung sini sangat luar biasa, seperti menonton sepakbola di stadion, terinfo sebanyak 30 ribu penonton memadati pinggiran lintasan pacuan," urai Menpora Dito.

Dengan lebih dari sekali dalam setahun, even ini bisa menggerakkan ekonomi khususnya untuk masyarakat di Kebumen dan Jawa Tengah.

"Karena hal ini seperti ini saya lihat ada UMKM nya yang mengelilingi sepanjang lintasan, jadi even ini bisa juga menggerakkan roda ekonomi di Kebumen, pak Bupati harus semangat kita support," tutur Menpora Dito.

"Saya harap dengan adanya dukungan dan atensi dari pemerintah pusat. Even-even seperti ini bisa kita kemas lebih meriah agar lebih guyub bersama rakyat, masyarakat lebih senang dan bahagia berkumpul bersama saudara. Untuk itu saya tidak berlama-lama untuk hadir disini," pungkas Menpora Dito.

Tradisi pacuan kuda masyarakat pesisir Kebumen ini diselenggarakan rutin setiap libur Lebaran. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1956 dan tidak pernah sepi penonton baik dari dalam dan luar Kebumen.

"Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kabupaten Kebumen saat ini sudah cukup baik 5,7 lebih tinggi dari provinsi, ini menunjukkan semangat masyarakat Kebumen meraih sukses sangat luar biasa," tambah Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. ***

wwwwww