Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Voli

Wujudkan Kenyamanan dan Kepuasan Jemaah Haji, Juru Masak Diberi Pelatihan Spesial di Madinah

Wujudkan Kenyamanan dan Kepuasan Jemaah Haji, Juru Masak Diberi Pelatihan Spesial di Madinah
Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan persiapan, salah satunya memberi pembekalan bagi para juru masak. (Foto: Kemenag)
Kamis, 18 Mei 2023 22:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Operasional haji 1444 H segera dimulai. Jemaah haji Indonesia akan mulai mendarat di Madinah pada 24 Mei 2023.

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan persiapan, salah satunya memberi pembekalan bagi para juru masak pada 21 dapur penyedia katering jemaah di Madinah. Pelatihan berlangsung dua hari, 18 - 19 Mei 2023.

Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid mengingatkan bahwa kuota jemaah haji tahun ini kembali normal dan 30% di antaranya lanjut usia. Sehingga para juru masak diminta untuk mempersiapkan diri dalam memberikan layanan katering untuk jemaah.

"Juru masak harus memperhatikan pengolahan menu yang mengandung santan yang memiliki potensi terjadinya kerusakan lebih cepat," ujar Subhan Cholid di Madinah, Kamis (18/5/2023).

"Pada saat persiapan produksi, juru masak harus memperhitungkan waktu yang tepat dengan jumlah produksi makanan. Perhitungan kapasitas dapur dengan jumlah produksi," lanjutnya.

Tahun ini, setiap perusahaan/dapur akan melayani tiga kali makan jemaah haji (pagi, siang, dan malam). Karenanya, Subhan minta agar setiap perusahaan memperhatikan SDM dapur, terutama juru masak.

"Untuk mengurangi tingkat kelelahan juru masak dan kualitas produksi, sebaiknya jadwal pembagian kerja shift terpisah, satu juru masak bertanggung jawab pada waktu produksi layanan makan," pesan Subhan.

"Juru masak juga agar memperhatikan ketepatan gramasi dan waktu distribusi dengan citra rasa Indonesia," sambungnya.

Hal lain yang ditekankan Subhan adalah pentingnya memperhatikan kebersihan, keamanan, dan keselamatan kerja pada saat proses produksi. Menurutnya, pada 2022, terdapat dapur yang mengalami kebocoran selang gas yang mengakibatkan cidera juru masak/chef sehingga menghambat proses produksi. "Pengalaman tahun lalu harus jadi pelajaran agar tidak terulang," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Daker Madinah Zaenal Muttaqin melaporkan bahwa tahun ini jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di wilayah Markaziah Madinah (Ring 1 sekitar Masjid Nabawi) dan tersebar di 77 hotel.

Zaenal, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa pembekalan juru masak diperlukan untuk menyamakan persepsi terkait menu yang akan disajikan kepada jemaah haji Indonesia. Sejumlah materi pelatihan diberikan, antara lain: a) hygienetas, sanitasi, dan security food; b) Food Proses (Thawing, Cutting Method, Cooking Method, Packing, heater, dan distribusi); c) Bahan Baku (Penyimpanan dan Expired Data); d) Menu dan resep; e) Point penilaian pelayanan konsumsi (Daker dan Sektor); dan f) Point penilaian sanitasi lingkungan dan keselamatan makanan.

"Penguatan juru masak 'chef' juga untuk memastikan agar mereka dapat mengolah makanan sesuai dengan menu yang telah ditentukan. Serta mengutamakan kebersihan, keamanan, dan ketahanan pangan," sebutnya.

Pembekalan ini bertujuan untuk menjaga kualitas layanan katering dan memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada jemaah haji Indonesia memenuhi standar kebersihan dan keselamatan pangan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa juru masak mampu mengolah makanan dengan citra rasa Indonesia yang autentik.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan bahwa jemaah haji Indonesia tahun ini akan ditempatkan di wilayah Markaziah Madinah, sekitar Masjid Nabawi, dan tersebar di 77 hotel. Hal ini memerlukan kerja sama yang baik antara para juru masak dan tim penyelenggara untuk menyediakan makanan yang memadai bagi jemaah haji.

Dengan pembekalan ini, diharapkan para juru masak dapat bekerja dengan efisien dan menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada jemaah haji. Hal tersebut juga akan berkontribusi pada kenyamanan dan kepuasan jemaah haji selama menjalankan ibadah di tanah suci.

PPIH Arab Saudi terus melakukan persiapan menyeluruh guna memastikan semua kebutuhan jemaah haji terpenuhi dengan baik. Semua pihak terlibat, termasuk para juru masak, berperan penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada jemaah haji Indonesia.

Operasional haji 1444 H akan menjadi momen penting bagi para jemaah haji Indonesia. Dengan persiapan yang matang dan kerjasama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan perjalanan ibadah haji para jemaah dapat berjalan lancar dan sukses.

Dengan pembekalan yang telah diberikan kepada para juru masak, diharapkan mereka dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik dan memberikan makanan yang lezat dan bermutu kepada jemaah haji Indonesia. Semoga ibadah haji para jemaah diterima oleh Allah SWT dan menjadi pengalaman spiritual yang berharga bagi mereka.***

wwwwww