Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

Film Star Syndrome Borong 7 dari 9 Penghargaan FFWI Genre Komedi

Film Star Syndrome Borong 7 dari 9 Penghargaan FFWI Genre Komedi
Sutradara film Star Syndrome, Soleh Solihun. (Ist)
Sabtu, 28 Oktober 2023 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - “Diapresiasi oleh wartawan adalah suatu bentuk penghargaan yang sangat membahagiakan, karena wartawan itu  kalau menilai sesuatu tanpa ada kepentingan, tanpa ada perasaan enak dan tidak enak,” ujar Soleh Solihun, sutradara film Star Syndrome usai turun panggung menerima Piala Gunungan untuk kategori Penyutradaraan Terbaik dalam acara Puncak Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) di Gedung PPHUI, Jakarta Selatan (27/10/2023) malam.

“Terima kasih untuk FFWI. Saya sungguh tidak mengira bisa meraih tujuh penghargaan sejauh ini. Rasanya senang, kerja keras kami  sungguh-sungguh terbayar,” ujar Soleh Solihun yang pernah  menjadi wartawan musik di majalah Rolling Stones, dan  fim ini merupakan debutnya sebagai Sutradara.

Film Star Syndrome  sendiri memborong penghargaan untuk kategori Aktor Utama (Gilang Dirga), Aktris Utama (Kezia Aletha),  Penulis Skenario (Rino Sardjono) Penata kamera (Fahmy J Saad) Penyunting gambar (Ryan Purwoko), Sutradara (Soleh Solihun) dan Film Terbaik Komedi 2023.

Sejatinya, nasib film  Star Syndrome sendiri kurang beruntung di bioskop. Film ini hanya tayang beberapa hari di  bioskop dan karena  kalah bersaing dengan film box office yang tayang saat bersamaan seperti Fast X hingga Guardian of The Galaxy, juga fim  horor  lokal seperti Kajiman: Iblis Terkejam Penagih janji, Spirit Doll sampai Jin Khodam.

”Fim ini rugi di bioskop dan untung di penghargaan,” kata Soleh Solihun.

Film Star Syndrome bercerita tentang seorang penyanyi di dunia musik, dengan pesan  moral yang kuat, yakni  wajib berhati-hati di masa jaya, karena tidak menutup kemungkinan karirnya bisa langsung meredup tergantikan oleh pendatang baru. (Yazid N). ***

wwwwww