Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
24 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Korsel Hadapi Laga Hidup atau Mati Lawan Prancis

Korsel Hadapi Laga Hidup atau Mati Lawan Prancis
Timnas U 17 Korsel saat hadapi Amerika Serikat. (Doc. LOC WCU17/BRY)
Selasa, 14 November 2023 18:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Timnas U 17 Korea Selatan (Korsel) akan melakoni laga hidup atau mati saat menghadapi Timnas U 17 Prancis dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Piala Dunia U-17 2023, di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (15/11/2023). Bila kalah, mereka bakal tersingkir dari persaingan menuju 16 besar.

Korsel sama-sama belum memperoleh poin dengan Burkina Faso yang menempati juru kunci klasemen sementara. Hanya, "Taegeuk Warriors" saat ini menempati posisi tiga karena unggul selisih gol dibandingkan tim Afrika tersebut.

Pasalnya di laga pertama Korsel masih bisa mencetak gol meski akhirnya kalah 3-1 melawan Timnas U 17 Amerika Serikat. Sementara, Burkina Faso dipaksa menyerah 3-0 oleh Prancis. 

Melakoni laga penentu, pelatih Byun Sung-hwan memperkirakan Korsel bakal tidak akan mudah. Tidak hanya mereka, tetapi juga Prancis yang membidik kemenangan kedua untuk melangkah ke babak 16 besar .

"Tentu ini merupakan laga penentu. Namun bukan hanya untuk kami saja, tetapi juga bagi lawan. Kami sudah melakukan persiapan dan saya yakin kami bisa memperlihatkan hasil yang baik di laga berikutnya jika tim bisa bermain sesuai game plan," katanya.

Kekalahan Korsel dari Amerika Serikat di laga pertama memang di luar perkiraan. Apalagi Korsel dinilai sebagai salah satu tim unggulan bersama Prancis. Hanya saja Sung-hwan menilai hal itu kurang tepat. Namun dirinya juga memastikan kekalahan di laga pertama pun tidak bisa menjadi patokan Korsel sudah pasti gagal.

"Biasanya saat Korsel berpartisipasi di Piala Dunia, kami menampilkan permainan bertahan untuk menang. Namun di tim ini saya menyiapkan strategi menyerang dengan gaya agresif dan progresif. Ini yang menjadikan kami disebut sebagai salah satu tim yang kuat," tuturnya.

"Namun saya juga tidak merasa kekalahan di pertandingan pertama sebagai sebuah kegagalan. Karena ini Piala Dunia dan menurut saya, itu adalah kesempatan atau peluang yang bagus untuk para pemain bisa mendapatkan pengalaman bermain di tingkat dunia. Bahkan lebih berkembang lagi," tegas Sung-hwan menambahkan.

Jika di laga kedua Grup E nanti Korsel kalah, maka peluang mereka untuk bisa melaju ke babak berikutnya kemungkinan tertutup.

Laga terakhir melawan Burkina Faso, 18 November mendatang di Bandung tidak lagi menentukan. Bila Burkina Faso bisa mengalahkan AS, maka kesempatan lolos masih terbuka bagi Korea meski kecil. ***

wwwwww