Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
8 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Nusantara

Senator Dailami: Fenomena Anak Gagal Ginjal Harus Jadi Perhatian Serius

Senator Dailami: Fenomena Anak Gagal Ginjal Harus Jadi Perhatian Serius
Senator DPD RI Dailami Firdaus. (Ist)
Senin, 12 Agustus 2024 09:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus meminta agar fenomena gagal ginjal pada anak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dailami mengatakan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan perlu melakukan intervensi penanganan dan pencegahan.

"Perlu ada layanan jemput bola pemeriksaan kesehatan anak di sekolah-sekolah," ujarnya, Minggu (11/8/2024).

Dailami meminta sosialisasi dan edukasi penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa terus digencarkan di sekolah-sekolah.

"Supaya anak-anak terbiasa dan teredukasi pentingnya menjaga kesehatan dan konsumsi makanan sehat," terangnya.

Menurut Senator dari Dapil DKI Jakarta inu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan juga harus turun ke lapangan mengecek kandungan makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah maupun di sekitar sekolah.

"Kita ketahui, banyak peserta didik itu jajannya tidak hanya di kantin sekolah, tapi juga biasa membeli makanan atau minuman ke pedagang di dekat sekolah. Para pedagang ini juga perlu diedukasi, kalau ada temuan pelanggaran harus ada tindakan tegas," ungkapnya.

Ia berharap, sekolah-sekolah juga dapat menyediakan air mineral gratis di sekolah-sekolah yang bisa ditempatkan kelas. Sebab, mereka bisa berjam-jam ada di sekolah. Bahkan, untuk SMP dan SMA, mereka ada di sekolah dari pagi hingga menjelang sore.

"Gagal ginjal ini bisa dipicu sejumlah faktor, salah satunya karen kebutuhan cairan tubuh anak tidak tercukupi dalam kurun waktu panjang. Kita perlu pastikan mereka mudah memperoleh akses air minum," bebernya.

Ia menambahkan, melalui berbagai upaya preventif diharapkan ke depan tidak ada lagi kasus atau fenomena gagal ginjal pada anak.

"Jangan lupa, peran orang tua juga sangat penting untuk memastikan anaknya mendapatkan asupan makanan bergizi dan sehat. Kita perlu jaga bersama semua anak di Jakarta karena mereka adalah aset menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (Riyan). ***

wwwwww