Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Ada Masalah Skin Barrier? Ini Solusinya

Ada Masalah Skin Barrier? Ini Solusinya
dr. Imelda Sinaga dari EMBC Skincare. (Ist)
Senin, 19 Agustus 2024 19:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kerusakan skin barrier, atau lapisan pelindung alami kulit, kini menjadi masalah yang semakin sering dihadapi oleh masyarakat, terutama di era modern dengan maraknya penggunaan produk perawatan kulit.

Skin barrier berfungsi sebagai pertahanan pertama kulit terhadap bakteri, polusi, dan iritasi. Namun, ketika lapisan ini rusak, berbagai masalah kulit, seperti kulit kering, iritasi, dan jerawat membandel, dapat muncul.

Menurut dr. Imelda Sinaga dari EMBC Skincare, penggunaan produk skincare yang tidak sesuai, seperti produk dengan kandungan alkohol tinggi, parfum, atau bahan kimia keras, sering menjadi penyebab utama kerusakan skin barrier.

Selain itu, over-exfoliasi atau pemakaian produk eksfoliasi yang terlalu sering, serta kebiasaan gonta-ganti produk tanpa memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi, juga dapat memperparah kondisi ini.

"Mayoritas pasien yang datang ke klinik kami mengeluhkan masalah skin barrier yang rusak akibat penggunaan produk-produk yang mengandung bahan aktif seperti retinol tanpa pengawasan dokter," ungkap dr. Imelda.

Retinol, meskipun sangat bermanfaat untuk kulit, memerlukan penggunaan yang tepat agar tidak merusak skin barrier. Dr. Imelda menekankan pentingnya menjaga kelembapan dan perlindungan kulit saat menggunakan bahan aktif ini, serta perlunya konsultasi dengan dokter sebelum memulai penggunaan produk baru.

Menanggapi masalah ini, PT Berjaya Estetika Indonesia, selaku distributor resmi Fillmed Laboratoires, menghadirkan solusi inovatif dengan produk unggulannya, skin booster NCTF 135 HA.

Produk ini mengandung 59 bahan aktif, termasuk hyaluronic acid, vitamin, mineral, dan antioksidan, yang bekerja secara sinergis untuk merevitalisasi kulit dari dalam, memperbaiki skin barrier yang rusak, serta meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.

Saat ini, EMBC Skincare telah menyediakan treatment NCTF 135 HA bagi para pasien yang ingin memperbaiki tekstur kulit dan mendapatkan kulit yang sehat serta bercahaya.

Produk ini dianggap sangat efektif dalam mengatasi berbagai masalah kulit yang sering dialami masyarakat modern akibat penggunaan produk skincare yang tidak tepat.

Dengan komitmen untuk terus menghadirkan inovasi terbaru, PT Berjaya Estetika Indonesia memastikan bahwa produk-produk yang mereka distribusikan, tidak hanya efektif dan aman, tetapi juga berkualitas tinggi. (Yazid N). ***

wwwwww