Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Raih Hasil Menyakitkan, Muhammad Hanafing Sebut Persis Solo Perlu Pelatih Hebat

Raih Hasil Menyakitkan, Muhammad Hanafing Sebut Persis Solo Perlu Pelatih Hebat
Persis Solo kalah dari PSS Sleman dengan skor 2-0. (dok.ligaindonesiabaru)
Senin, 04 November 2024 18:13 WIB
Penulis: M Syahrisad Nasution
SOLO – Hasil menyakitkan didapat Persis Solo di laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2024/2025 setelah takluk dari PSS Sleman dengan skor 0-2 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2024) malam. Hasil ini membuat peringkat Persis di klasemen harus melorot dan masuk ke zona degradasi.

Kurang displin dan sedikit lengahnya barisan pertahanan Laskar Sambernyawa mengawal pergerakan pemain lawan membuat PSS mampu mencetak dua gol lewat bek Fachruddin Aryanto menit ke-57 dan Danilo Alves menit ke-83.

Kekalahan ini membuat Persis kini belum beranjak dari 7 poin yang sudah dikoleksi yang membuat peringkatnya harus turun usai dilewati PSS yang kini punya 8 poin. Persis kini ada di peringkat ke-16 atau masuk dalam zona merah degradasi.   

“Pertandingan sebenarnya berjalan cukup menarik. Sayangnya tim kami sulit membongkar compact defending-nya PSS Sleman. Di babak pertama PSS tampil dengan zona marking yang sangat kuat di belakang. Dan di babak kedua Persis bisa menciptakan setidaknya tiga peluang emas yang belum bisa dimaksimalkan,” kata pelatih transisi Persis, Muhammad Hanafing usai laga. 

Terkait dua gol yang bersarang ke gawang Laskar Sambernyawa, dia menunjuk gol pertama akibat kehilangan konsentrasi dan gol kedua berawal dari kesalahan pemain Persis sendiri.  

“Padahal sebenarnya PSS belum bisa banyak memberikan tekanan. Namun mereka mampu memaksimalkan set piece yang didapat dengan baik. Selebihnya, kami masih kurang beruntung karena dari segi permainan sudah cukup baik,” tambah HanafingRai. 

Meski harus menanggung kekalahan di kandang sendiri yang membuat tim mulai melorot ke zona merah, namun Hanafing mengatakan ini bukan akhir dari segalanya. 

“Masih belum tamat. Kita baru 10 pertandingan dan tim ini memerlukan pembenahan. Kalau misalnya ada pelatih yang bisa meramu tim ini akan jadi tim yang hebat karena materinya sudah ada. Maka perlu dicari pelatih yang hebat ini untuk bisa meningkatkan performa tim,” dia menegaskan. 

Setelah laga lawan PSS ini yang membuat Persis mencatat dua kekalahan beruntun, Ramadhan Sananta dkk akan kembali memasuki jeda kompetisi momen FIFA Match Day. 

Persis baru akan menjalani laga pekan ke-11 melawan Malut United FC pada 21 November 2024 mendatang. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Non Olympic, Sepakbola, Jawa Tengah
wwwwww