KPU-Bawaslu Ajak Ormas OI Perangi Hoaks dan Disinformasi Pilkada Jakarta
![]() |
| KPU-Bawaslu DKI Sosialisasikan Pilkada Jakarta ke Ormas OI. (Ist) |
Minggu, 10 November 2024 17:18 WIB
Penulis: Riyan
Penulis: Riyan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengajak organisasi kemasyarakatan Orang Indonesia (Ormas OI) untuk ikut memerangi hoaks dan disinformasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta.
Komisioner KPU DKI Jakarta, Irwan Supriadi Rambe mengatakan, pelaksanan sosialisasi dan edukasi terkait Pilkada DKI Jakarta kepada warga terus digencarkan jelang tahapan pencoblosan pada 27 November 2024.
"Kita terus turun melakukan sosialisasi, termasuk kepada Gen Z atau pemilih pemula dengan menyambangi kampus dan sekolah-sekolah," ujarnya, saat acara Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024 kepada Ormas OI Jakarta Timur, di SMKN 24, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Minggu (10/11).
Irwan menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan partisipasi pemilih pada Pilkada Jakarta meningkat dibandingkan saat Pilpres dan Pileg.
"Angkanya sudah di atas 80 persen. Kita optimistis bisa lebih meningkat lagi," terangnya.
Ia mengajak, peserta sosialisasi maupun masyarakat pada umumnya juga dapat memerangi hoaks dan disinformasi pada Pilkada Jakarta.
"Cermati dengan baik visi dan misi paslon. Untuk itu kita minta masing-masing paslon juga visi dan misi yang agar menjadi daya tarik untuk Jakarta dan bisa meningkatkan partisipasi pemilih," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Quin Pegagan mengatakan, di era perkembangan sosial media saat ini, masyarakat juga harus cerdas menyikapi sebaran informasi yang ada.
"Jangan sampai juga ikut share, padahal belum tahu pasti kebenaran informasi itu. Cek dan ricek informasi diperlukan. Apalagi, informasi itu tidak ada dalam pemberitaan media-media resmi," ucapnya.
Quin menjelaskan, saat pelaksanaan Pilkada kerap bermunculan hoaks yang berunsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) hingga permasalahan lokal kedaerahan.
"Perkembangan teknologi melalui AI dan Deepfake saat ini juga sangat perlu diwaspadai," paparnya.
Menurutnya, masyarakat dapat memverifikasi kebenaran informasi melalui Jakarta Lawan (Jala) Hoaks yang dapat diakses melalui situs jalahoaks.jakarta.go.id. Kemudian, juga bisa melalui cekfakta.com
"Semoga masyarakat dapat menjadi pemilih cerdas dan Pilkada Jakarta tahun ini dapat berlangsung sukses, aman, dan kondusif," pungkasnya.
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | KOI, DKI Jakarta |













