Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Basket

Pria yang Dinyatakan Meninggal Hidup Kembali Saat Kremasi, Tiga Dokter Diskors

Pria yang Dinyatakan Meninggal Hidup Kembali Saat Kremasi, Tiga Dokter Diskors
Ilustrasi (net)
Selasa, 26 November 2024 06:38 WIB

JAKARTA – Insiden mengejutkan terjadi di Rajasthan, India, ketika seorang pria yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia mendadak bergerak saat jenazahnya akan dikremasi. Kasus ini berujung pada skorsing terhadap tiga dokter yang dianggap lalai dalam tugas mereka.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis (21/11) di distrik Jhunjhunu, Rajasthan. Pria bernama Rohitash Kumar (25), yang diketahui memiliki keterbatasan dalam berbicara dan mendengar, awalnya dibawa ke Rumah Sakit Bhagwan Das Khetan (BDK) setelah mengalami serangan epilepsi. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan Kumar telah meninggal dunia.

Yang mengejutkan, beberapa jam kemudian, ketika tubuh Kumar sudah ditempatkan di atas tumpukan kayu kremasi sesuai ritual Hindu, ia tiba-tiba bergerak dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa dokter di RS BDK, termasuk Kepala Petugas Medis dr. Sandeep Pachar, Pemeriksa Medis Kesehatan dr. Yogesh Kumar Jakhar, dan dr. Navneet Meel, tidak melakukan autopsi secara fisik. Sebaliknya, laporan postmortem disusun hanya berdasarkan asumsi.

“Mereka membuat laporan tanpa melakukan pemeriksaan fisik pada jenazah. Hal ini sangat tidak sesuai prosedur,” ujar Ramavatar Meena, pejabat pemerintah setempat yang bertugas di distrik Jhunjhunu.

Dokter sebelumnya sempat mencoba resusitasi jantung paru (CPR), tetapi setelah tidak mendeteksi aktivitas pada alat elektrokardiogram, mereka menyatakan pasien telah meninggal. Setelah itu, tubuh Kumar langsung dikirim ke kamar mayat tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Ketika tubuhnya hendak dikremasi, Kumar mengejutkan keluarga dan warga yang hadir dengan mulai bergerak. Pria tersebut langsung dilarikan kembali ke unit perawatan intensif di RS BDK. Namun, kondisinya tidak membaik.

Karena fasilitas rumah sakit setempat tidak memadai, Kumar kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sawai Man Singh (SMS) di Jaipur, yang berjarak lebih dari 160 kilometer. Sayangnya, Kumar meninggal dunia dalam perjalanan pada Jumat (22/11) sore. Kali ini, kematian Kumar dipastikan oleh tim medis tanpa kesalahan.

Kasus ini memicu kemarahan publik dan menyoroti kelalaian di sektor medis setempat. Otoritas kesehatan Rajasthan langsung menjatuhkan sanksi skorsing kepada tiga dokter yang terlibat. Selain itu, sebuah komite khusus dibentuk untuk menyelidiki insiden ini secara mendalam.

“Kami akan memastikan kelalaian seperti ini tidak terjadi lagi. Semua yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Ramavatar Meena. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww