Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Nasional

Gus Miftah Didesak Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden Usai Pernyataan Kontroversial

Gus Miftah Didesak Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden Usai Pernyataan Kontroversial
Gus Miftah
Jum'at, 06 Desember 2024 09:14 WIB
JAKARTA – Sosok Miftah Maulana Habiburrahman, yang akrab disapa Gus Miftah, kembali menjadi sorotan. Sebuah petisi daring mendesak agar ia dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden setelah video dirinya yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh di sebuah acara keagamaan menjadi viral.

Petisi tersebut dibuat oleh Dika Prakasa dan ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Dika meminta masyarakat untuk menandatangani petisi agar jabatan Gus Miftah sebagai utusan khusus dievaluasi.

"Melalui petisi ini, saya mengajak masyarakat untuk mendesak Presiden Prabowo agar mempertimbangkan ulang jabatan yang diberikan kepada Gus Miftah," tulis Dika, Jumat (6/12/2024).

Tidak Sesuai dengan Nilai Kepemimpinan Presiden Prabowo

Dika menilai, tindakan Gus Miftah tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang selama ini dijunjung Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Presiden kerap menunjukkan penghormatan terhadap masyarakat pekerja, seperti pedagang dan profesi lainnya yang berjuang dengan cara halal.

"Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya menghormati pekerja keras, seperti pedagang, nelayan, atau tukang bakso. Namun, apa yang dilakukan Gus Miftah seolah bertolak belakang dengan nilai-nilai tersebut," ungkap Dika.

Ia juga menambahkan, tindakan Gus Miftah dapat mencoreng citra pemerintahan jika dibiarkan.

Dukungan Petisi Terus Bertambah

Hingga Jumat pagi (6/12), petisi yang diunggah di Change.org telah ditandatangani oleh lebih dari 217.000 orang, dengan lebih dari 174.000 tanda tangan terkumpul dalam 24 jam terakhir. Petisi ini diinisiasi pada Rabu (4/12) dan terus mendapatkan respons dari berbagai kalangan masyarakat.

"Perilaku seperti ini bukan kali pertama terjadi. Jika tidak ada tindakan tegas, ini bisa mencoreng integritas jajaran pemerintahan Presiden," tulis Dika dalam petisinya.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Gus Miftah belum memberikan klarifikasi terkait kontroversi tersebut. Sementara itu, pihak Istana juga belum memberikan tanggapan resmi atas desakan pencopotan tersebut.

Kasus ini terus menuai perhatian publik, dengan berbagai opini bermunculan di media sosial. Banyak pihak mendukung petisi ini, sementara sebagian lainnya meminta agar Gus Miftah diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan sebelum langkah lebih lanjut diambil. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww