Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nusantara

Senator Dailami Minta Pelanggar Hukum Tidak Pakai Atribut Islam

Senator Dailami Minta Pelanggar Hukum Tidak Pakai Atribut Islam
Tersangka pelaku mutilasi mendadak berpeci. (Ist)
Senin, 16 Desember 2024 12:32 WIB
Penulis: Riyan
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta tegas meminta agar para pelaku pelanggar hukum untuk tidak menggunakan atribut-atribut Islam.

Dailami mengatakan, fenomena penggunaan atribut keagamaan, khususnya Islam dapat menciptakan dan mengiring opini publik yang tidak baik dan mendeskriditkan umat Islam secara keseluruhan.

 
"Kita bisa melihat para terduga, tersangka, atau terdakwa yang kemudian tiba-tiba memakai atribut yang Islami baik 
selama proses hukum, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan ruang persidangan," ujarnya, Senin (16/12).
 
Wakil Ketua Komite III DPD RI ini mencontohkan, baru-baru ini ada tersangka mutilasi yang saat pelaksanaan olah TKP menggunakan peci. Padahal, sebelumnya pada saat tersangka ditangkap dan diperlihatkan kepada publik melalui media tidak mengunakan peci.
 
"Pemakaian peci putih ini sangat identik dengan umat Islam. Jangan sampai ada tersangka yang ingin meraih simpati publik tapi justru memperburuk citra Islam," terangnya.
 
Menurutnya, penggunaan atribut Islam oleh para pelanggar hukum tanpa disadari lambat laun akan menciptakkan stigma dalam masyarakat bahwa pelaku tindak kriminal dan kejahatan lainnya adalah beragama Islam.
 
"Hal ini tidak boleh dibiarkan dan dibiasakan karena jelas sangat menyudutkan Islam dan umat muslim," ungkapnya.
 
Ia menegaskan, pemakaian ataupun pengunaan pakaian muslim oleh para tersangka dalam proses hukum, sangatlah tidak tepat. Apalagi, bila dalam kesehariannya orang tersebut tidak pernah mengenakannya dan perilakunya juga tidak mencerminkan ajaran Islam.
 
"Walaupun secara aturan dan ketentuan tidak ada larangan perihal pengunaan pemakaian pakaian atau simbol agama tertentu oleh tersangka, namun alangkah baiknya bila para tersangka memakai pakaian yang netral dan sopan tanpa mencirikan agama tertentu terutama Islam," bebernya.
 
Ia meminta, bagi para pelanggar hukum memiliki kesadaran untuk tidak memperburuk citra agama yang dianutnya. Kemudian, aparat penegak hukum dapat mencegah kejadian serupa terulang.
 
"Sebagai umat muslim kita diwajibkan untuk menolong agama Allah, sebagaimana dalam Surat Muhammad ayat 7, wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong mu dan meneguhkan kedudukanmu," pungkasnya.

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Nusantara, Beladiri
wwwwww