Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
7 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Football Institute: Game Lawan Filipina, Harus Menang Gak Boleh Ada Alasan

Football Institute: Game Lawan Filipina, Harus Menang Gak Boleh Ada Alasan
Timnas Indonesi. (PSSI(
Kamis, 19 Desember 2024 12:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan terakhir Grup B Piala AFF 2024. Tim asuhan Shin Tae-yong akan menghadapi Filipina yang akan berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024).

Untuk mengunci peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2024, Timnas Indonesia harus meraih kemenangan. Namun, jika indonesia gagal menang maka siapa yang lolos akan bergantung dari hasil pertandingan di tempat lain.

Sebanyak empat tim masih memiliki peluang yang sama lolos ke semifinal (Vietnam, Indonesia, Myanmar, dan Filipina). Menilik peluang Indonesia, Budi Setiawan selaku Founder Football Institute mengatakan di Jakarta, Kamis (19/12/2024), tidak perlu ada lagi coba-coba starting best eleven setelah gagal menang lawan Laos.

"Saya pikir jangan ada lagi coba-coba starting best eleven dalam pertandingan lawan Filipina. Sudahi eksperimen dan lakukan finalisasi. Karena FIlipina juga lawan yang tidak mudah," tegasnya.

Kemenangan, kata Budi Setiawan, adalah harga yang tidak dapat ditawar. "Bukan hanya soal mengunci posisi lolos ke semifinal, namun ini menegaskan bahwa posisi sepakbola Indonesia ada di atas Filipina. Saat Laos berhasil menahan imbang, sebagai bangsa kita malu karena kita tidak dapat mengalahkan Laos. Kita harus akui bahwa sepakbola Laos meningkat di bawah asuhan pelatih baru mereka Ha Hyeok Jun," jelasnya.

Kemenangan atas Filipina harus ditanamkan bukan hanya kepada pemain namun juga official. Apalagi, para Pemain sudah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing secara fisik dan pengalaman meskipun mereka pemain Timnas U 22 Indonesia.

Di laga ini, kata Budi, Shin Tae-yong wajib membuktikan kemampuan sebagai pelatih yang mumpuni dan layak dipertahankan.  "Kita perlu memastikan bahwa Shin Tae-yong memang memiliki kemampuan untuk mengolah strategi di lapangan dengan dominasi lapangan tengah, pertahanan yang solid dan efektivitas serangan serta produktivitas lini depan," ujar Budi.

"Pertanyaannya Shin Tae-yong mampu nggak meningkatkan ketajaman lini depan indonesia? Mau mengandalkan siapa di lini depan? Hoki caraka?." ***

wwwwww