Israel Tarik Pasukan dari Rafah, Awal Gencatan Senjata dengan Hamas
![]() |
| Tank pasukan Israel. (antara/xinhua) |
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya akan mempertahankan kehadiran militernya di koridor strategis tersebut. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa Israel kemungkinan akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut sebagai bagian dari kesepakatan dengan Hamas.
Israel dan Hamas telah menyetujui gencatan senjata selama 42 hari yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Perjanjian ini mulai berlaku pada 19 Januari dan bertujuan untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama 15 bulan terakhir.
Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari 46.000 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara Israel kehilangan sekitar 1.500 warganya. Perang ini juga memicu ketegangan di Lebanon dan Yaman serta konfrontasi rudal antara Israel dan Iran.
Isi Kesepakatan Perdamaian
Tahap pertama kesepakatan melibatkan pembebasan 33 sandera Israel dengan imbalan sekitar 1.000 tahanan Palestina. Selain itu, pasukan Israel diharuskan mundur ke perbatasan Jalur Gaza, meskipun mereka masih akan tetap ditempatkan di sekitar wilayah tersebut.
Sejak hari pertama gencatan senjata, bantuan kemanusiaan akan meningkat hingga 600 truk per hari, termasuk 50 truk berisi bahan bakar. Warga Palestina juga akan menerima 200.000 tenda dan 60.000 rumah mobil untuk membantu mereka yang terdampak akibat perang.
Pada hari ke-16 gencatan senjata, Israel dan Hamas akan memulai diskusi untuk tahap kedua perjanjian, yang berpotensi mencakup pembebasan sandera yang tersisa, gencatan senjata permanen, serta kemungkinan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Tahap ketiga akan berfokus pada pertukaran jenazah, rekonstruksi Jalur Gaza, serta penghapusan blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat telah mendirikan pusat koordinasi di Kairo untuk memastikan implementasi perjanjian berjalan sesuai rencana.
Kesepakatan ini merupakan perjanjian kedua antara Israel dan Hamas setelah gencatan senjata pada November 2023, yang hanya berlangsung selama enam hari. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Basket |













