Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

Psikolog: Penggunaan Berlebihan Media Sosial Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Psikolog: Penggunaan Berlebihan Media Sosial Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Pembatasan penggunaan medsos di kalangan anak bakal diberlakukan untuk menangkal dampak negatif. (antara/dedi)
Minggu, 19 Januari 2025 15:07 WIB
SAMARINDA – Kecanduan media sosial dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental, terutama dalam hal perbandingan sosial yang berujung pada rasa rendah diri. Psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, Annisya Muthmainnah, mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak agar tidak menimbulkan dampak psikologis yang merugikan.

"Seringkali, media sosial menampilkan kehidupan yang tampak sempurna. Hal ini dapat membuat pengguna membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa tidak cukup baik," ujarnya di Samarinda, Minggu (19/1/2025).

Menurut Annisya, salah satu dampak utama dari kecanduan media sosial adalah munculnya perasaan tidak percaya diri. Ketika seseorang terus-menerus melihat pencapaian atau kehidupan orang lain yang tampak lebih baik, ia cenderung merasa kurang dan sulit menghargai keunikan dirinya sendiri.

"Ini bisa berujung pada penurunan harga diri dan bahkan memicu stres serta kecemasan," jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena di mana individu yang merasa kurang percaya diri kerap mencari kesalahan orang lain untuk membenarkan dirinya sendiri. Mekanisme ini, kata Annisya, merupakan bentuk pertahanan diri yang tidak sehat.

Generasi Z Rentan Terpengaruh

Generasi Z, yang sejak kecil sudah akrab dengan teknologi digital, disebut sebagai kelompok paling rentan terhadap dampak negatif media sosial. Tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan mereka membuat perbandingan sosial semakin sulit dihindari.

"Generasi Z lebih sering terpapar konten yang bisa memicu rasa rendah diri dibandingkan generasi sebelumnya," ungkapnya.

Fenomena Akun Tambahan di Media Sosial

Tren penggunaan akun tambahan atau second account juga menjadi perhatian. Akun-akun ini kerap digunakan sebagai ruang ekspresi yang lebih bebas, namun dalam beberapa kasus justru berujung pada perilaku negatif seperti stalking atau cyberbullying.

"Akun tambahan bisa menjadi tempat aman untuk berekspresi, tapi juga bisa disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian atau perilaku negatif lainnya," jelas Annisya.

Tips Bijak Bermedia Sosial

Untuk menghindari dampak buruk media sosial, Annisya menyarankan agar pengguna lebih bijak dalam menggunakannya. Salah satu caranya adalah dengan membatasi waktu akses menggunakan fitur screen time pada smartphone.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada pengembangan diri daripada membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

"Alihkan penggunaan media sosial untuk hal-hal positif, seperti berbagi informasi, mengembangkan kreativitas, dan menjaga hubungan sosial," pesannya.

Jika digunakan dengan cara yang tepat, media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat tanpa harus mengorbankan kesehatan mental penggunanya. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:PON
wwwwww