Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Nasional

Bahlil Pastikan Diskon 50 Persen Tarif Listrik Tidak Akan Diperpanjang

Bahlil Pastikan Diskon 50 Persen Tarif Listrik Tidak Akan Diperpanjang
Petugas PLN tengah melakukan penggantian MCB kepada salah satu pelanggan penikmat promo tambah daya di Kabupaten Sidrap. (antara/ho-humas pln)
Kamis, 23 Januari 2025 09:02 WIB
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa diskon 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya hingga 2.200 VA hanya berlaku selama dua bulan dan tidak akan diperpanjang.

Kebijakan ini mencakup pelanggan PLN dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA, yang akan menikmati potongan tarif listrik selama Januari dan Februari 2025.

"Enggak diperpanjang, dua bulan aja," kata Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, menjelaskan bahwa diskon ini menyasar sekitar 81,42 juta pelanggan dan diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024.

Pelanggan pascabayar akan mendapatkan potongan 50 persen pada tagihan listrik untuk pemakaian Januari 2025 (dibayar Februari 2025) dan pemakaian Februari 2025 (dibayar Maret 2025). Sementara itu, pelanggan prabayar akan menerima diskon langsung saat membeli token listrik pada Januari dan Februari 2025, sehingga harga token menjadi setengah dari harga sebelumnya dengan jumlah kWh yang sama.

Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) barang mewah menjadi 12 persen pada 2025. Namun, pelanggan dengan daya 3.500–6.600 VA tetap dikenakan PPN sebesar 12 persen, sebagaimana diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional
wwwwww