Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Basket

Trump Berlakukan Tarif 10 Persen untuk Barang China, Beijing Beri Peringatan

Trump Berlakukan Tarif 10 Persen untuk Barang China, Beijing Beri Peringatan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (antara/xinhua)
Kamis, 23 Januari 2025 08:38 WIB
ISTANBUL – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 10 persen terhadap barang impor dari China mulai 1 Februari. Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan analis yang memperingatkan potensi eskalasi perang dagang antara kedua negara.

Pengumuman tersebut datang setelah Trump, pada Senin, menyatakan niatnya untuk memberlakukan tarif 25 persen terhadap impor dari Kanada dan Meksiko. Ia mengklaim langkah itu sebagai respons terhadap meningkatnya masuknya fentanil dan imigran ilegal ke AS, seperti dilaporkan media lokal.

Trump menuding China sebagai sumber utama fentanil yang masuk ke AS, dengan menuduh bahwa obat terlarang tersebut dikirim melalui Kanada dan Meksiko sebelum beredar di negaranya.

"Kita berbicara tentang tarif 10 persen terhadap China berdasarkan fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada," ujar Trump.

Sejumlah analis menilai kebijakan tarif baru ini dapat merugikan industri AS yang bergantung pada barang impor dari China. Selain itu, kebijakan tersebut berisiko memperburuk hubungan dagang dan ekonomi global.

Di periode pertamanya, Trump menandatangani Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) serta kesepakatan dagang terbatas dengan China yang menguntungkan sektor pertanian AS. Kini, ia berencana meninjau ulang perjanjian-perjanjian tersebut jika kembali terpilih.

Menanggapi rencana Trump, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan tersebut.

"Tidak ada yang menang dalam perang dagang atau perang tarif, dan China akan dengan tegas melindungi kepentingan nasionalnya," ujar Mao, dikutip Global Times. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Basket
wwwwww