Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Persebaya Surabaya Harus Bangkit dari Rentetan Kekalahan

Persebaya Surabaya Harus Bangkit dari Rentetan Kekalahan
Persebaya Surabaya saat menjalani latihan. (dok.ligaindonesiabaru)
Rabu, 29 Januari 2025 17:37 WIB
Penulis: M Syahrisad Nasution
SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyoroti aspek mental dan ketajaman lini depan timnya setelah menelan empat kekalahan beruntun di Kompetisi BRI Liga 1 2024/2025.

Terakhir, pada pekan ke-20 tim kalah 3-0 dari PS Barito Putera yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (25/1/2025) lalu. 

Atas kekalahan ini membuat Persebaya turun ke posisi tiga klasemen sementara dengan perolehan 37 poin, di bawah Persija Jakarta yang naik usai menahan imbang Persis Solo.

Untuk itu pelatih asal Irlandia Utara itu dengan cepat memperbaiki performa, terutama dalam hal mencetak gol dan menjaga konsistensi mental. Sebab momentum kemenangan dapat membantu tim mengembalikan kepercayaan diri.

“Kami harus kembali kuat. Kami tahu itu butuh mental. Anda tahu, sekali kamu dapat momentum kemenangan, kepercayaan dirimu bakal naik. Tetapi juga, ketika kamu gagal mencetak gol di saat krusial—misalnya ketika kamu punya peluang untuk jadi penentu kemenangan—kamu harus bisa menuntaskannya,” tutur Paul Munster.

Selain itu dia juga menyoroti performa lini depan yang dianggap kurang memuaskan, serta kesalahan individu yang sering berujung pada gol lawan.

“Kecewa jika tidak mencetak gol, dan anda bisa melihatnya dari saya. Gol adalah gol. Sebenarnya, kami bekerja keras agar tidak kebobolan dari skema set piece atau kesalahan individu. Tapi, hanya satu kesalahan saja, mereka cetak gol, lalu semakin percaya diri. Kami terus mencoba, tetapi mencetak gol adalah satu-satunya cara untuk menang,” imbuhnya.

Dia juga menegaskan akan ada perubahan yang akan dilakukan dalam tim untuk meningkatkan performa tim di laga-laga berikutnya.

“Saya akan membuat perubahan, karena performa beberapa pemain, khususnya para pemain depan, sangat mengecewakan,” pungkas mantan pelatih Bhayangkara FC itu. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Non Olympic, Sepakbola, Jawa Timur
wwwwww