Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
8 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
10 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
11 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
13 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
10 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.861 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.861 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Petugas menghitung uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (antara foto/muhammad adimaja/foc/pri)
Rabu, 23 April 2025 12:51 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka sedikit melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu pagi (24/4/2025). Rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen, berada di posisi Rp16.861 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.860.

Pergerakan rupiah yang cenderung datar ini terjadi di tengah pasar yang masih mencermati arah kebijakan moneter global, terutama dari bank sentral AS (The Fed), serta perkembangan kondisi geopolitik internasional.

Meski tekanan eksternal masih ada, rupiah menunjukkan daya tahan cukup baik. Pengamat pasar menilai stabilitas nilai tukar dalam kisaran terbatas ini mencerminkan dukungan dari kebijakan makroekonomi domestik, termasuk upaya stabilisasi oleh Bank Indonesia.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi global pekan ini, termasuk inflasi dan pertumbuhan di AS, yang akan menjadi acuan pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Ekonomi
wwwwww