Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Umum

Mulai Tahun Ajaran Baru, Guru Honorer Terima Bantuan Rp300 Ribu per Bulan

Mulai Tahun Ajaran Baru, Guru Honorer Terima Bantuan Rp300 Ribu per Bulan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di di acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor. (foto: inilah.com/vonita betalia)
Sabtu, 03 Mei 2025 16:17 WIB

BOGOR – Pemerintah akan memberikan bantuan senilai Rp300 ribu per bulan kepada guru honorer di seluruh Indonesia mulai tahun ajaran baru, Juli 2025. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Sabtu (3/5/2025).

"Program bantuan guru honorer senilai Rp300.000 akan diberikan per bulan, dan mulai dicairkan saat tahun ajaran baru dimulai," kata Abdul Mu’ti.

Sebanyak 310 ribu guru honorer dipastikan akan menerima bantuan ini, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung kesejahteraan tenaga pendidik non-PNS. Ia menyebut, besaran bantuan disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Anggaran disusun berdasarkan penghematan dengan mekanisme pelaksanaan yang lebih efisien dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan program revitalisasi pendidikan yang akan menyasar 11.440 satuan pendidikan. Program ini memiliki anggaran sebesar Rp16,9 triliun, yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, dan relevansi sistem pendidikan nasional.

Sebagai bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan, pemerintah juga akan membagikan perangkat smartboard (papan tulis pintar) ke 15 ribu sekolah. Untuk program ini, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2 triliun.

“Ini bagian dari upaya kita mendukung kelas-kelas cerdas. Selain smartboard, akan disertakan televisi, pelatihan guru, dan juga materi pembelajaran,” terang Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, distribusi smartboard dan pelatihan guru akan mulai dilakukan pada tahun ajaran baru. Program ini diharapkan mampu mendorong digitalisasi pendidikan serta meningkatkan mutu pengajaran secara merata di seluruh daerah. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Ekonomi, Umum
wwwwww