Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Dukungan Dini Bahlil ke Prabowo Dinilai Demi Amankan Kursi

Dukungan Dini Bahlil ke Prabowo Dinilai Demi Amankan Kursi
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (16/4/2025). (foto: inilah.com/reyhaanah)
Minggu, 04 Mei 2025 19:21 WIB
JAKARTA – Deklarasi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pilpres 2029 dinilai penuh perhitungan politik.

Peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menyebut langkah itu bukan semata demi kepentingan partai, melainkan sebagai upaya mengamankan posisi pribadi Bahlil di lingkar kekuasaan.

"Bila dukungan kepada Prabowo dua periode dianggap dapat menjaga soliditas koalisi dan mengamankan posisi Ketua Umum Golkar, maka proses kaderisasi bisa dikesampingkan untuk sementara," ujarnya, Minggu (4/5/2025).

Menurut Zuhro, langkah itu menunjukkan kecenderungan Golkar bermain aman dengan menempatkan loyalitas politik di atas kepentingan regenerasi kepemimpinan nasional.

"Ini terlalu dini, tetapi dalam politik praksis, kepentingan dan kekuasaan memang sering kali lebih dominan," tambahnya.

Ia menegaskan, sebagai partai besar yang sudah punya struktur kuat dan konstituen mapan, Golkar seharusnya bisa menyiapkan kadernya sendiri untuk tampil di Pilpres 2029.

"Golkar memiliki sistem kaderisasi yang baik. Jika dilakukan secara profesional, tidak akan jadi soal untuk mengusung kader sendiri," urainya.

Sementara itu, Bahlil dalam pernyataannya mengaku partainya tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas. Ia bahkan membuka peluang jika keduanya ingin melanjutkan ke periode kedua.

"Kalau kita mah bukan sinyal lagi, sejak munas sudah saya pidato kok. Kita mengawal pemerintahan Pak Prabowo sama Mas Gibran sampai selesai," kata Bahlil dalam acara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/5/2025) malam.

"Sampai selesainya kapan? Sampai selesai. Pak Prabowo mau selesainya kapan, itu selesai. Kalau mau dua periode, mau berapa, kita bicarain, tidak ada masalah," sambungnya.

Ia juga menyinggung hubungan historis antara Prabowo dan Partai Golkar, yang menurutnya menjadi dasar loyalitas partai terhadap Presiden ke-8 tersebut. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww