Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tiga Bandara Kembali Buka Rute Internasional, Menhub: Dorong Mobilitas dan Ekonomi

Tiga Bandara Kembali Buka Rute Internasional, Menhub: Dorong Mobilitas dan Ekonomi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (antara/harianto).
Jum'at, 09 Mei 2025 05:54 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengembalikan status internasional kepada tiga bandara di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mendukung pergerakan ekonomi, pariwisata, dan kebutuhan masyarakat dalam bepergian ke luar negeri.

“Status internasional kami aktifkan kembali di tiga bandara, yakni SMB II Palembang, H.A.S. Hanandjoeddin di Bangka Belitung, dan Ahmad Yani Semarang,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Dudy menjelaskan, sebelumnya bandara-bandara tersebut memang melayani rute internasional, namun statusnya dicabut saat pandemi COVID-19 karena minimnya trafik penerbangan. Kini, dengan lalu lintas penumpang yang kembali meningkat, status internasional kembali diberlakukan.

“Kondisi sudah pulih, bahkan di beberapa titik trafiknya lebih tinggi dari sebelum pandemi. Jadi wajar kalau kita buka kembali statusnya,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, keputusan ini juga mempertimbangkan kebutuhan ibadah seperti haji dan umrah yang sangat bergantung pada akses langsung ke luar negeri. Pemerintah daerah turut mengusulkan pemulihan status, dan Kemenhub menindaklanjutinya lewat kajian bersama lintas kementerian.

Dudy menekankan bahwa tidak semua bandara akan langsung kembali melayani penerbangan internasional secara penuh. Evaluasi akan terus dilakukan selama dua tahun ke depan, melihat trafik dan kelayakan secara ekonomi oleh maskapai.

“Maskapai juga harus menghitung nilai bisnisnya. Pemerintah hanya memberi ruang agar peluang itu terbuka,” katanya.

Kembalinya status internasional di tiga bandara ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan memperluas konektivitas global yang selama ini sempat terhambat. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Ekonomi
wwwwww