Trent Alexander-Arnold Tinggalkan Liverpool, Akhiri Loyalitas 20 Tahun
![]() |
| Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold. (antara/afp/paul ellis). |
JAKARTA – Trent Alexander-Arnold resmi berpisah dengan Liverpool di akhir musim 2024/2025, menandai akhir perjalanan dua dekade bersama klub yang membesarkannya. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah kekalahan Liverpool 1-3 dari Chelsea, dan langsung memicu beragam reaksi dari pendukung The Reds.
Trent yang sudah tampil dalam 352 laga dan menyumbang 92 assist serta 23 gol, disebut memilih hengkang demi tantangan baru dalam kariernya. Meski Liverpool telah menawarkan kontrak baru dengan nilai tertinggi untuk posisi bek, keputusan sang pemain tampaknya sudah bulat.
“Target utama saya adalah Ballon d’Or. Saya ingin menjadi bek sayap pertama yang memenangkannya,” kata Trent dalam wawancara sebelumnya. Ambisi itulah yang diyakini mengarahkannya ke Real Madrid — klub yang dikenal sebagai rumah para peraih Ballon d’Or.
Trent memulai karier di akademi Liverpool sejak usia enam tahun dan menjelma menjadi ikon lokal — seorang Scouser yang bermimpi besar dan mewujudkannya. Ia menjadi pahlawan dalam kemenangan Liga Champions 2019 dan pencetak sejarah dalam dua gelar Premier League.
Namun, keputusannya meninggalkan klub secara gratis membuat sebagian fans merasa dikhianati, terutama mereka yang melihat Trent sebagai penerus Gerrard — kapten sekaligus simbol loyalitas. Legenda Liverpool, Jamie Carragher, bahkan menyebut kepergian Trent sebagai “kecewa tapi bisa dimengerti.”
“Dia ingin sesuatu yang lebih besar. Dan bagi banyak pemain, Real Madrid adalah puncak impian,” ujar Carragher.
Meski perpisahan ini menggores luka di hati para pendukung, kata-kata Jurgen Klopp seolah menjadi penutup yang bijak: “Yang penting bukan bagaimana kamu datang, tapi apa yang orang pikirkan saat kamu pergi.”
Trent mungkin bukan Gerrard. Tapi ia adalah Trent — seorang Scouser yang menulis takdirnya sendiri. (ant)













