Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
10 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
10 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Kriminal

Senator Destita Minta Kementerian Kebudayaan Beri Perhatian bagi Seniman Bengkulu

Senator Destita Minta Kementerian Kebudayaan Beri Perhatian bagi Seniman Bengkulu
Senator DPD RI dari Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Ist)
Sabtu, 10 Mei 2025 14:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Senator DPD RI dari Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM, meminta Kementerian Kebudayaan RI untuk memberikan perhatian lebih kepada para seniman di daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (7/5/2025) lalu.

“Kami di Bengkulu memiliki banyak seniman dan budayawan yang aktif, tetapi mereka masih minim dukungan. Yang mereka butuhkan adalah ruang dan fasilitasi agar bisa terus berkarya dan mempertahankan budaya lokal,” ujar Destita.

Dalam forum tersebut, Destita mengapresiasi sejumlah program kementerian seperti dana abadi kebudayaan, revitalisasi taman budaya, dan kegiatan seni nasional. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa komunitas seni dari daerah juga mendapat akses yang adil terhadap program-program tersebut.

“Kami memiliki Taman Budaya yang cukup terjaga oleh pemerintah daerah, namun perlu dukungan lebih dari pusat agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku seni. Kami harap ada perhatian lebih dari kementerian,” katanya.

Destita juga mengusulkan agar seniman Bengkulu dapat berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Nasional serta berbagai agenda di Galeri Nasional Indonesia. Menurutnya, pelibatan aktif seniman daerah penting agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya tersentralisasi di ibu kota.

“Seniman kami siap tampil. Kalau diberikan kesempatan dan dukungan, saya yakin karya mereka bisa dikenal secara nasional, bahkan internasional,” lanjutnya.

Aspirasi tersebut dipertegas seniman Bengkulu yang memantau dan menanggapi melalui kolom komentar dalam live rapat kerja DPD RI. Doni Oktavianto misalnya, yang meminta dukungannya atas keterbatasan anggaran pelaku seni di daerah untuk mengadakan Festival.

"Kami mohon dukungannya agar anak-anak seniman ini hidup bakatnya bisa tersalurkan melalui lomba musik dan Tari. Bakat anak-anak nyo padek tapi keterbatasan biaya," tulisnya.

Rendy Kurniawan juga demikian. "Yang kami terkendala Bu ketika kami, mendapat undangan dari festival internasional kami selalu terkendala dengan biaya perjalanan sembaring memperkenalkan karya dan musik dhol ethnic Bengkulu." ***

wwwwww