Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Jawa Barat

Marga Hutagalung di Bekasi dan Sekitarnya Terus Lestarikan Budaya Daerah Asal

Marga Hutagalung di Bekasi dan Sekitarnya Terus Lestarikan Budaya Daerah Asal
Pesta Bonataon 2025 Rahutbona Hutagalung Wilayah Bekasi dan Sekitarnya. (Ist)
Minggu, 18 Mei 2025 16:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BEKASI - Para perantau bermarga Hutagalung di wilayah Bekasi dan sekitarnya mengadakan Pesta Bonataon 2025. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menjaga kekompakan sekaligus melestarikan budaya dari daerah asal.

Ketua Siraja Hutagalung Boru Dohot Bere (Rahutbona) Wilayah Bekasi dan Sekitarnya, Mawardi Hutagalung mengatakan, Pesta Bonataon merupakan tradisi yang ada di marga Hutagalung maupun marga lain dari Sumatera Utara.

 
"Kami ingin marga Hutagalung, khususnya yang saat ini tinggal di kawasan Bekasi dan sekitarnya dapat terus bersatu, harmonis, dan semangat meski berada di perantauan. Terlebih, marga Hutagalung yang sudah terdaftar di kami itu sudah mencapai sekitar 600 Kepala Keluarga," kata Mawardi, Minggu (18/5/2025).
 
Mawardi mengingatkan, meski berada di perantauan, adat dan budaya dari daerah asal tetap harus dipegang teguh, dilestarikan, dan dikembangkan. 
 
"Secara turun temurun, adat istiadat dari nenek moyang Hutagalung ini jangan sampai dilupakan. Termasuk, bagi generasi muda atau penerus marga Hutagalung yang ada di perantauan ini," ucapnya.
 
Ia mengajak, masyarakat bermarga Hutagalung yang berada di perantauan maupun menjadi diaspora di luar negeri untuk bisa menjadi duta budaya dan pariwisata daerah asalnya. Sehingga, adat budaya dan pariwisata dari daerah asal dapat semakin dikenal secara luas.
 
"Daerah asal kami di Sumatera Utara memiliki warisan budaya yang khas dan potensi pariwisata yang sangat luar biasa. Saya ingin ini bisa turut dipromosikan oleh marga Hutagalung yang ada di perantauan," ajaknya.
 
Mawardi juga meminta agar marga Hutagalung di perantauan tidak lupa untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan di daerah asal atau kampung halaman.
 
"Ini juga harus kita utamakan, memberikan kontribusi bagi kampung halaman. Contohnya, dalam pembangunan rumah ibadah di daerah asal dan sebagainya," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Siraja Hutagalung Dohot Boruna (Rahutbona) se-Jabodetabek, Haposan Hutagalung menjelaskan, kegiatan ini memiliki makna luas, termasuk berkontribusi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi khususnya, dan Pemda Jawa Barat pada umumnya.
 
"Kami selalu pengurus Rahutbona Hutagalung berkomitmen membina dan mendidik warga bermarga Hutagalung di Bekasi dan sekitarnya untuk taat perundang-undangan, taat hukum, dan taat aturan," terangnya.
 
Ia menuturkan, banyak adat budaya Batak mulai dari Tari Tor Tor hingga Ulos sebagai bagian kearifan lokal yang luar biasa di Indonesia. Untuk itu, dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, sangat penting untuk mengenalkan, memberikan doktrin terkait pentingnya menjaga dan melestarikan budaya. 
 
"Kita di marga Hutagalung melakukan pengenalan dan doktrin sejak usia dini agar seni, adat, dan budaya kami tidak hilang ditelan zaman," pungkas Haposan. ***

Kategori:PON, Jawa Barat
wwwwww