Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
11 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Voli

Cat Pesawat Presiden Disorot, DPR: Jangan Kaitkan dengan Efisiensi

Cat Pesawat Presiden Disorot, DPR: Jangan Kaitkan dengan Efisiensi
Pesawat Kepresidenan PK-GRD yang membawa Presiden Prabowo Subianto lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/5/2025) menuju Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. (foto: antara).
Senin, 19 Mei 2025 07:01 WIB

JAKARTA – Perubahan warna cat pesawat Kepresidenan Republik Indonesia menuai reaksi publik, terutama di media sosial. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan bahwa pengecatan ulang tersebut tidak berkaitan dengan efisiensi anggaran, apalagi mengganggu anggaran perawatan.

"Perawatan pesawat ini kan tidak boleh terkena efisiensi sebenarnya. Kalau tidak dirawat dengan baik bisa membahayakan. Kita bicara soal keselamatan Presiden sebagai simbol negara," ujar Soleh, Minggu (18/5/2025).

Ia mengingatkan bahwa efisiensi tidak boleh menyentuh aspek vital, termasuk armada kepresidenan. Menurutnya, anggaran untuk pemeliharaan pesawat wajib tersedia demi memastikan keamanan.

Terkait perubahan warna dari merah ke putih, Soleh membantah adanya motif politik di balik keputusan itu. Ia menyebut pergantian tampilan sebagai hal biasa yang tidak perlu diperbesar.

"Dulu warnanya merah saat era Presiden Jokowi, sekarang putih di era Prabowo. Itu bukan isu penting yang harus diperdebatkan," jelasnya.

Soleh juga membandingkan dengan negara lain yang sangat memperhatikan keamanan kepala negara, bahkan dengan biaya tinggi.

"Kalau bandingkan dengan Amerika Serikat, anggaran operasional pesawat mereka jauh lebih besar. Sekali terbang bisa habis ratusan miliar. Kita baru rawat pesawat, sudah dicurigai macam-macam," tambahnya.

Isu perubahan warna pesawat Kepresidenan mencuat setelah unggahan akun X @infoflyer memperlihatkan pesawat RI-1 saat bertolak ke Brunei dengan livery baru.

"Ada yang menarik dari keberangkatan RI-1 ke Brunei pagi tadi. Lama tidak terlihat, sekalinya muncul sudah ganti livery," tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut viral dan ditonton lebih dari satu juta kali.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden atau President Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, menyatakan dirinya belum memperoleh informasi resmi mengenai alasan pengecatan ulang pesawat tersebut. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Beladiri
wwwwww