Aljazair Dorong PBB Cabut Blokade Gaza, Desak Akses Bantuan Tanpa Syarat
NEW YORK – Aljazair mengajukan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan pencabutan segera dan tanpa syarat seluruh pembatasan yang menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Dalam dokumen yang diperoleh RIA Novosti, rancangan tersebut menuntut penghapusan total terhadap segala hambatan yang mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan, serta pemulihan layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan fasilitas penting lainnya sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Rancangan resolusi ini muncul di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza. Aljazair menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak pelanggaran gencatan senjata yang memperburuk situasi warga sipil, dan menyerukan semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional.
Dokumen tersebut juga menyatakan dukungan terhadap upaya mediasi yang sedang dilakukan Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk mengembalikan pihak-pihak terkait pada kesepakatan gencatan senjata, sebagaimana tertuang dalam Resolusi DK PBB 2735.
Meskipun masih dalam tahap rancangan dan kemungkinan akan mengalami revisi, usulan ini dipandang sebagai langkah diplomatik penting untuk menekan Israel agar membuka akses bantuan ke wilayah Gaza yang telah lama terblokade.
Di sisi lain, Misi Israel di PBB menyatakan penolakannya terhadap resolusi tersebut dalam pernyataan resmi kepada media pada Kamis (22/5/2025). Israel menyebut resolusi ini bias dan tidak mencerminkan kondisi keamanan di lapangan. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei mendatang. ***












