Sinergi Pelabuhan Diperkuat, Tanjung Priok Bersiap Jadi Model Layanan Logistik Modern
![]() |
| Arsip foto - Suasana bongkar-muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) |
JAKARTA – Pelabuhan Tanjung Priok bergerak menuju sistem layanan yang lebih efisien dan responsif. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok bersama Jakarta International Container Terminal (JICT) sepakat mempercepat sejumlah proses pelayanan utama di pelabuhan, termasuk waktu tunggu kapal, durasi bongkar muat, hingga kelancaran keluar-masuk kontainer.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun pelabuhan yang mendukung pertumbuhan logistik nasional secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap kecepatan layanan, dengan mendorong keterbukaan data antara operator dan regulator,” ujar Kepala KSOP Tanjung Priok, Heru Susanto, Minggu (25/5/2025).
Heru menegaskan pentingnya menjaga tingkat kepadatan lapangan kontainer (yard occupancy ratio/YOR) tetap di bawah 65 persen. Jika melebihi batas tersebut, operator wajib mengambil langkah penyesuaian seperti memindahkan peti kemas dari lini 1 ke lini 2 atau ke fasilitas penyangga lainnya.
Kolaborasi ini disambut baik oleh Direktur Utama JICT, Ade Hartono, yang menyebutnya sebagai bentuk nyata transformasi layanan pelabuhan.
“Kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun pelabuhan yang cepat tanggap, efisien, dan terintegrasi. Ini bukan hanya soal operasional, tapi arah baru sistem logistik nasional,” jelas Ade.
Ia menambahkan bahwa kecepatan dalam merespons dinamika operasional sangat krusial di tengah tuntutan industri logistik yang makin kompleks.
“Dengan sistem pemantauan bersama, setiap hambatan di lapangan dapat segera diatasi. Kolaborasi ini kami yakini bisa menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan dengan standar layanan kelas dunia,” ujar Ade.
Percepatan layanan ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di mata pelaku usaha global. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Ekonomi |













