Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
24 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Automotif

Rekan Indonesia Tolak Intervensi Global dalam Sistem Kesehatan Nasional

Rekan Indonesia Tolak Intervensi Global dalam Sistem Kesehatan Nasional
Diskusi Rekan Indonesia bahas kedaulatan kesehatan nasional. (Ist)
Sabtu, 31 Mei 2025 20:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia secara tegas menolak adanya intervensi global terhadap sistem kesehatan nasional.

Ketua Rekan Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, belakangan ini mengemuka terkait implementasi vaksin TBC 

yang dikembangkan oleh pengusaha asal Amerika Serikat, Bill Gates, TBC M72 di Indonesia.
 
"Kami menekankan pentingnya kedaulatan kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi punya kuasa atas tubuh dan kehidupannya, maka saat itu pula kita telah dijajah dalam bentuk paling halus namun paling mematikan," kata Agung, di Kantor Rekan Indonesia, Jalan Attahiriyah, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (31/05/2025).
 
Dalam diskusi Rekan Indonesia yang mengusung tema "Membedah Kepentingan Global Terhadap Kedaulatan Kesehatan Indonesia tersebut, Agung menyampaikan pernyataan sikap.
 
Pertama, Bangkitkan kesadaran politik kesehatan mulai dari keluarga. Kedua, tolak sistem kesehatan yang tunduk pada agenda bisnis dan kontrol global. Ketiga, 
bangun kekuatan rakyat karena hanya rakyat yang bisa membela dirinya sendiri.
 
"Perlawanan dimulai dari kesadaran. Kesadaran dimulai dari rumah dan kekuatan rakyat adalah benteng terakhir bangsa ini!," ucapnya.
 
Agung menegaskan, Rekan Indonesia akan terus berdiri di garis depan perjuangan rakyat untuk menegakkan hak atas kesehatan yang adil, merdeka, dan berdaulat.
 
"Rakyat harus bersatu melawan liberalisasi kesehatan. Tubuh dan jiwa rakyat Indonesia bukan barang dagangan," ungkapnya. 
 
Sementara itu, narasumber dalam diskusi tersebut, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memberikan peringatan keras terhadap ancaman liberalisasi kesehatan sebagai instrumen penjajahan gaya baru.
 
“Jangan mudah percaya dengan isu-isu kesehatan yang dimainkan oleh kekuatan global. Mereka sedang mendesain sistem untuk bisa mengontrol dunia melalui liberalisasi kesehatan," bebernya.
 
Ia mengungkapkan, sistem kesehatan saat ini sedang diarahkan untuk menjadikan manusia semata-mata objek bisnis. 
 
"Tubuh dan jiwa rakyat perlahan dipisahkan dari nilai kemanusiaan dan dijadikan komoditas oleh kekuatan global," pungkas Dharma. ***

wwwwww