Rekan Indonesia Tolak Intervensi Global dalam Sistem Kesehatan Nasional
![]() |
| Diskusi Rekan Indonesia bahas kedaulatan kesehatan nasional. (Ist) |
Sabtu, 31 Mei 2025 20:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia secara tegas menolak adanya intervensi global terhadap sistem kesehatan nasional.
Ketua Rekan Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, belakangan ini mengemuka terkait implementasi vaksin TBC
yang dikembangkan oleh pengusaha asal Amerika Serikat, Bill Gates, TBC M72 di Indonesia.
"Kami menekankan pentingnya kedaulatan kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi punya kuasa atas tubuh dan kehidupannya, maka saat itu pula kita telah dijajah dalam bentuk paling halus namun paling mematikan," kata Agung, di Kantor Rekan Indonesia, Jalan Attahiriyah, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (31/05/2025).
Dalam diskusi Rekan Indonesia yang mengusung tema "Membedah Kepentingan Global Terhadap Kedaulatan Kesehatan Indonesia tersebut, Agung menyampaikan pernyataan sikap.
Pertama, Bangkitkan kesadaran politik kesehatan mulai dari keluarga. Kedua, tolak sistem kesehatan yang tunduk pada agenda bisnis dan kontrol global. Ketiga,
bangun kekuatan rakyat karena hanya rakyat yang bisa membela dirinya sendiri.
"Perlawanan dimulai dari kesadaran. Kesadaran dimulai dari rumah dan kekuatan rakyat adalah benteng terakhir bangsa ini!," ucapnya.
Agung menegaskan, Rekan Indonesia akan terus berdiri di garis depan perjuangan rakyat untuk menegakkan hak atas kesehatan yang adil, merdeka, dan berdaulat.
"Rakyat harus bersatu melawan liberalisasi kesehatan. Tubuh dan jiwa rakyat Indonesia bukan barang dagangan," ungkapnya.
Sementara itu, narasumber dalam diskusi tersebut, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memberikan peringatan keras terhadap ancaman liberalisasi kesehatan sebagai instrumen penjajahan gaya baru.
“Jangan mudah percaya dengan isu-isu kesehatan yang dimainkan oleh kekuatan global. Mereka sedang mendesain sistem untuk bisa mengontrol dunia melalui liberalisasi kesehatan," bebernya.
Ia mengungkapkan, sistem kesehatan saat ini sedang diarahkan untuk menjadikan manusia semata-mata objek bisnis.
"Tubuh dan jiwa rakyat perlahan dipisahkan dari nilai kemanusiaan dan dijadikan komoditas oleh kekuatan global," pungkas Dharma. ***
| Kategori | : | Automotif, DKI Jakarta |













