Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Umum

Bantu Anak Kurang Mampu, Agam Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Pusat

Bantu Anak Kurang Mampu, Agam Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Pusat
Pelaksanaan Harian Kepala Dinas Sosial Agam Dewi Afriani.
Minggu, 01 Juni 2025 18:09 WIB

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyiapkan lahan seluas 12 hektare di wilayah Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya untuk pembangunan sekolah rakyat. Lahan itu akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai bagian dari program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Agam, Dewi Afriani, menyebutkan bahwa lahan yang disiapkan merupakan aset milik pemerintah daerah dan berada dekat lokasi relokasi korban gempa bumi tahun 2009.

“Lahan ini sudah kita bahas dua kali bersama OPD teknis dan Sekda Agam. Nota dinas sudah diajukan ke bupati dan tinggal menunggu tindak lanjutnya,” ujar Dewi di Lubuk Basung, Minggu (1/6/2025).

Ia menambahkan bahwa pemerintah kabupaten serius mengajukan usulan ini ke Kementerian Sosial, yang nantinya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi jika proposal diterima.

“Pada prinsipnya, bupati mendukung penuh program ini. Kita optimistis lahan yang kita ajukan bisa memenuhi semua persyaratan,” tambahnya.

Sekolah rakyat ini dirancang untuk jenjang SMP, dengan sasaran utama siswa dari keluarga prasejahtera. Sesuai ketentuan dari pemerintah pusat, lahan harus seluas 5 hingga 10 hektare, milik pemerintah, tidak bersengketa, dan dilengkapi sertifikat.

Dewi menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 53 kabupaten dan kota di Indonesia yang proposalnya disetujui oleh Kementerian Sosial. Sementara sekitar 200 daerah lainnya, termasuk Agam, masih menunggu proses peninjauan dan realisasi.

“Kami berharap usulan dari Agam ini bisa menjadi prioritas. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan layak,” ujarnya. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, Umum, Sumatera Barat
wwwwww