Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Direktur Eksekutif JPS Sebut Terlalu Dini Tarik Pram ke Isu Pilpres 2029

Direktur Eksekutif JPS Sebut Terlalu Dini Tarik Pram ke Isu Pilpres 2029
Direktur Eksekutif JPS, Mohammad Syaiful Jihad. (Ist)
Selasa, 03 Juni 2025 16:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad menilai adanya wacana atau isu yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2029 terlalu dini dan bisa merusak harmonisasi.

Syaiful meminta, sebaiknya semua pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang yang nyaman bagi Pram untuk berkerja dan menuntaskan janji kampanyenya bagi warga Jakarta.

 
"Biarkan Mas Pram bekerja dengan tenang, jangan digoda-goda. Pilpres masih jauh. Kami juga tidak ingin isu ini digoreng-goreng sehingga dapat merusak harmonisasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," kata Syaiful, Selasa (3/6/2025).
 
Syaiful mengatakan, terlalu prematur untuk mengadang-gadang figur yang akan maju sebagai Capres-Cawapres tahun 2029. Apalagi, dengan menyebut-nyebut sejumlah kepala daerah.
 
"Biarkan mereka menunjukkan terlebih dahulu kinerja dan keberhasilannya. Nanti, pada saatnya biar partai politik dan masyarakat yang menentukan," terangnya.
 
Sebagai politisi senior, Syaiful meyakini, Pram tidak akan mudah terpancing untuk menanggapi wacana-wacana terlalu dini tersebut.
 
"Saya yakin, Mas Pram bersama Bang Doel masih akan fokus melayani masyarakat Jakarta dan menuntaskan berbagai persolan di Jakarta yang sudah sangat komplek," pungkas Syaiful. ***

Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww