Direktur Eksekutif JPS Sebut Terlalu Dini Tarik Pram ke Isu Pilpres 2029
![]() |
| Direktur Eksekutif JPS, Mohammad Syaiful Jihad. (Ist) |
Selasa, 03 Juni 2025 16:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad menilai adanya wacana atau isu yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2029 terlalu dini dan bisa merusak harmonisasi.
Syaiful meminta, sebaiknya semua pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang yang nyaman bagi Pram untuk berkerja dan menuntaskan janji kampanyenya bagi warga Jakarta.
"Biarkan Mas Pram bekerja dengan tenang, jangan digoda-goda. Pilpres masih jauh. Kami juga tidak ingin isu ini digoreng-goreng sehingga dapat merusak harmonisasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," kata Syaiful, Selasa (3/6/2025).
Syaiful mengatakan, terlalu prematur untuk mengadang-gadang figur yang akan maju sebagai Capres-Cawapres tahun 2029. Apalagi, dengan menyebut-nyebut sejumlah kepala daerah.
"Biarkan mereka menunjukkan terlebih dahulu kinerja dan keberhasilannya. Nanti, pada saatnya biar partai politik dan masyarakat yang menentukan," terangnya.
Sebagai politisi senior, Syaiful meyakini, Pram tidak akan mudah terpancing untuk menanggapi wacana-wacana terlalu dini tersebut.
"Saya yakin, Mas Pram bersama Bang Doel masih akan fokus melayani masyarakat Jakarta dan menuntaskan berbagai persolan di Jakarta yang sudah sangat komplek," pungkas Syaiful. ***
| Kategori | : | Voli, DKI Jakarta |













