Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Voli

Ekspor Perdana ke Malaysia Jadi Penanda Kuatnya Daya Saing Petani

Ekspor Perdana ke Malaysia Jadi Penanda Kuatnya Daya Saing Petani
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025). (foto: antara)
Kamis, 05 Juni 2025 13:25 WIB

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti berjuang sebelum Indonesia benar-benar mencapai swasembada pangan. Hal ini disampaikannya saat memimpin panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025).

“Saya tidak akan tenang sebelum Indonesia bisa swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” tegas Prabowo melalui siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang turut menggagas Gerakan Tanam Jagung (Gertam) seluas satu juta hektare di seluruh Indonesia. Ia menilai inisiatif tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Menurut Presiden, swasembada pangan harus menjadi target bersama, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga provinsi dan pulau. Ia menekankan pentingnya setiap daerah mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Setiap pulau harus mampu berdiri sendiri. Ini kunci dari kemerdekaan sejati. Kita adalah negara kepulauan, dan itu membuat kita berbeda serta menuntut strategi pangan yang tidak konvensional,” ujarnya.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo melakukan konferensi video dengan kepala daerah dan Kapolda dari berbagai wilayah yang juga menggelar panen raya jagung serentak. Ia kemudian memimpin panen sebagai simbol komitmen terhadap peningkatan produksi dan kemandirian pangan.

Kegiatan ini juga ditandai dengan groundbreaking pembangunan serentak 18 gudang logistik milik Polri di 12 Polda, serta peresmian fasilitas dryer untuk pengeringan jagung.

Sebagai penutup rangkaian acara, Presiden secara simbolis melepas ekspor perdana jagung ke Kuching, Malaysia. Ekspor ini menjadi bukti meningkatnya daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Asia Tenggara. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, DKI Jakarta, Kalimantan Barat
wwwwww