Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Impor Tak Sesuai Dokumen, 17 Ton Jeroan Sapi dari Australia Dimusnahkan

Impor Tak Sesuai Dokumen, 17 Ton Jeroan Sapi dari Australia Dimusnahkan
Petugas dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan belasan ton pangan jeroan hewan asal Australia. (foto: antara)
Rabu, 18 Juni 2025 15:11 WIB

TANGERANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 17,2 ton jeroan sapi jenis limpa asal Australia yang tidak sesuai dengan ketentuan karantina hewan. Barang sitaan ini diketahui tercampur dalam pengiriman jeroan impor ke salah satu perusahaan di Kabupaten Tangerang.

"Di dokumen tertulis lidah dan tenggorokan, tapi setelah diperiksa ditemukan ada limpa," ujar Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, dalam konferensi pers, Rabu (18/6/2025).

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Antraks.

"Organ limpa adalah tempat berkumpulnya penyakit. Jika ini masuk ke Indonesia tanpa kontrol, bisa membahayakan," jelasnya.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan insinerator bersuhu tinggi guna memastikan bakteri dan virus berbahaya tidak menyebar.

Sahat menambahkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan dari perusahaan terkait pencampuran limpa ke dalam paket jeroan tersebut.

"Kami akan telusuri sampai ke negara asal. Apakah ini ketidaktahuan atau kelalaian, atau memang ada unsur kesengajaan," urainya.

Barantin juga telah memperingatkan seluruh negara mitra mengenai standar impor pangan yang diizinkan masuk ke Indonesia.

"Kita sudah sampaikan ke semua negara, tidak hanya Australia. Proses edukasi akan terus dilakukan agar kejadian serupa tak terulang," tambahnya. (ant)

wwwwww