Sri Mulyani Sebut PMI Global 49,6, Terendah Sejak Desember 2024
![]() |
| Menteri Keuangan Sri Mulyani/Tangkapan layar |
"Sektor manufaktur mengalami tekanan. Kita lihat di sini 49,6 indeks dari PMI manufaktur global. Ini berarti secara global kegiatan sektor manufaktur cenderung dalam zona kontraktif, dan angka ini adalah angka terendah sejak Desember 2024," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (18/6/2025).
Ia menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen negara yang disurvei mengalami kontraksi sektor manufaktur, termasuk Indonesia.
"Artinya, PMI mereka berada di bawah angka 50, termasuk Indonesia yang saat ini di level 47,4," tambahnya.
Sementara itu, hanya 29,2 persen negara yang masih mencatat ekspansi, seperti India dan Amerika Serikat. Menurutnya, tekanan ini berasal dari berbagai ketidakpastian global yang terus menumpuk, mulai dari konflik geopolitik hingga kebijakan fiskal agresif dari negara-negara maju.
"Ini adalah dampak dari kondisi keamanan geopolitik yang makin rapuh dan rentan, yang menyebabkan implikasi terhadap kegiatan ekonomi, ekspor-impor manufaktur, serta aliran modal yang berdampak global," urainya.
Ia menegaskan bahwa dunia kini menghadapi tekanan ganda yang menyulitkan prospek ekonomi.
"Ini sebabkan dua ketidakpastian. Pertama harga naik seperti harga minyak naik, tapi *demand* akan melemah. Tekanan harga inflasi naik, namun ketidakpastian menyebabkan ekonomi global melemah. Ini tidak baik dan harus diantisipasi," tandasnya. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Ekonomi, Basket, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat |













