Ancaman Penutupan Hormuz: Pasokan Minyak RI Terancam, Subsidi BBM Membengkak
![]() |
| Selat Hormuz |
Penulis: Idrus Yamin
PEKANBARU – Rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai dampak eskalasi konflik dengan Israel dapat mengancam pasokan minyak mentah ke Indonesia dan berpotensi menyebabkan harga BBM domestik naik tajam.
Menurut Ekonom Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilewati antara 20–30% pasokan minyak global. “Jika ditutup oleh Iran, pasokan ke Indonesia bisa terganggu. Kita tidak lagi surplus minyak, tapi menjadi importir,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Dahlan memperingatkan bahwa gangguan pasokan akan membuat stok BBM menipis dan harga minyak global melambung. Penanganan alternatif rute via Oman dan India belum pasti dapat menampung volume besar, selain menimbulkan biaya operasional dan logistik yang lebih mahal.
Ia menjelaskan, produksi minyak RI baru mencapai 577.000 barel per hari per Februari 2025—jauh di bawah kebutuhan dalam negeri. Jika selat utama ditutup, Indonesia akan semakin tergantung pada impor.
Dengan harga minyak dunia yang meroket, beban subsidi BBM diperkirakan akan membengkak dan merenggut cadangan fiskal negara. “Subsidi harus segera dihitung ulang agar defisit tidak melebar,” sebut Dahlan.
Dampak lebih lanjut yaitu inflasi berbasis biaya produksi yang ikut terdorong, menyebabkan harga komoditas naik serta menekan daya beli masyarakat. Kebijakan proaktif dari pemerintah dan Bank Indonesia dianggap sangat penting untuk menahan lonjakan harga. ***













