Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Dari Hutan ke Dunia, Kopi Perhutanan Sosial Sumatera Barat Kini Tembus Pasar Internasional

Dari Hutan ke Dunia, Kopi Perhutanan Sosial Sumatera Barat Kini Tembus Pasar Internasional
Pelepasan ekspor kopi KUPS Sumbar ke Dubai pada pembukaan Festival dan Expo “Aka Basamo” di Lembah Harau, Sumatra Barat, Sabtu (21/6/2025). (antara/ho-kemenhut ri)
Senin, 23 Juni 2025 13:52 WIB

JAKARTA – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, bersama Pimpinan Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, secara resmi melepas ekspor perdana delapan ton kopi dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Sumatera Barat ke Dubai. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi penguatan ekonomi berbasis masyarakat dan hutan lestari.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pegiat perhutanan sosial. Ini menunjukkan bahwa visi Presiden Prabowo tentang kesejahteraan rakyat melalui hutan mulai terlihat hasilnya,” ujar Raja Antoni di Jakarta, Minggu (23/6/2025).

Kopi yang diekspor telah memenuhi standar ketelusuran internasional dengan sistem traceability berbasis teknologi blockchain, selaras dengan regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR).

“Dengan sistem ini, kita tahu asal kopi, prosesnya, bahkan harganya. Ini bentuk transparansi dan standar tinggi dalam ekspor,” jelasnya.

Raja Antoni juga menyampaikan rencana membentuk klaster produk perhutanan sosial sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk rakyat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Di sisi lain, Titiek Soeharto menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI mendukung penuh program perhutanan sosial, salah satunya melalui dorongan pemberian pupuk subsidi bagi petani hutan.

“Program ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Kami dari DPR terus mendorong agar petani hutan mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia berharap ekspor ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengoptimalkan potensi produk perhutanan sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan juga menyerahkan 45 paket bantuan small grant senilai Rp3,07 miliar dan 17 dokumen legalitas usaha bagi pelaku KUPS. (ant)

wwwwww