Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nusantara

Senator Dailami Firdaus Ingin Pembangunan GSW Perhatikan Akses Bongkar Muat Kapal

Senator Dailami Firdaus Ingin Pembangunan GSW Perhatikan Akses Bongkar Muat Kapal
Senator DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus. (Ist)
Senin, 14 Juli 2025 12:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Dailami Firdaus mendukung pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai salah satu upaya mengatasi terjadinya genangan di kawasan pesisir Jakarta yang disebabkan rob.

Meski diperlukan, Dailami mengingatkan agar pembangunan GSW juga memperhatikan aspek akses yang memudahkan untuk bongkar muat kapal. 

 
"Kita ketahui, GSW ini tentu dibangun dengan ketinggian tertentu. Sehingga, perlu infrastruktur yang memudahkan akses bongkar muat, termasuk bagi nelayan," kata Bang Dai, sapaan akrabnya, Senin (14/7/2025).
 
Unsur Pimpinan Ketua Komite III DPD RI ini menjelaskan, pembangunan GSW juga perlu dilakukan secara harmonis dan berdampak positif terhadap pembangunan di Kepulauan Seribu. 
 
Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan keberlangsungan wilayah pesisir yang menjadi bagian integral Kepulauan Seribu sebagai wilayah DKI Jakarta.
 
"Pembangunan Giant Sea Wall merupakan langkah strategis dalam melindungi Jakarta dari ancaman banjir dan kenaikan air laut. Namun demikian, proyek ini harus diselaraskan dengan pembangunan di Kepulauan Seribu agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem dan keberlanjutan lingkungannya," paparnya.
 
Ia menambahkan, sinergitas antara proyek besar ini dan pembangunan di Kepulauan Seribu penting untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan. 
 
"Kita harus memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya fokus pada aspek perlindungan. Tetapi, juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan ekosistem yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna laut yang akhirnya akan menumbuhkan dan menguatkan ekonomi masyarakat di Kepulauan Seribu," terangnya.
 
Bang Dai mengajak seluruh pihak terkait untuk memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap tahap pembangunan GSW demi masa depan pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu yang lebih aman, nyaman, hijau, dan lestari.
 
"Tidak cukup dengan GSW, kita juga perlu melakukan pendekatan lingkungan untuk mencegah terjadinya abrasi akibat air pasang. Termasuk, dengan menggencarkan penanaman mangrove atau bakau," bebernya.
 
Ia menegaskan, penanaman mangrove juga akan memberikan manfaat terhadap keberlangsungan ekosistem laut, selain tentunya memberikan manfaat penghijauan.
 
"Kawasan pesisir Jakarta perlu lebih dimasifkan lagi penanaman mangrove karena memiliki banyak manfaat," pungkas Dailami. ***

wwwwww