Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Arwana Jaya Juara di Thailand, Ketum IPL: Harus Mampu Dipertahankan

Arwana Jaya Juara di Thailand, Ketum IPL: Harus Mampu Dipertahankan
Yon Mardiyono bersama anggota Arwana Jaya Klub Divsi Elit IPL. (Foto: IPL)
Selasa, 22 Juli 2025 12:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Tenis Indonesia tidak habis meski sempat dilanda konflik selama 14 tahun sebelum Indonesia Pingpong League (IPL) disahkan menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan menjadi anggota Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Faktanya, Arwana Jaya, klub Divisi Elite Indonesia Pingpong League (IPL) mampu meraih gelar  juara STIGA ASEAN Table Tennis Club Championship Challenge 2025 yang berlangsung di Thonburi University, Bangkok, Thailand, 18 -20 Juli 2025 lalu.

Arwana Jaya berjaya setelah di final menundukkan klub wakil dari Vietnam dalam kejuaraan yang baru pertama kali diikutinya setelah lama vakum dari kegiatan internasional.

Ketua Umum IPL Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan selamat atas keberhasilan Arwana Jaya mengharumkan nama bangsa dan negara di Thailand. Saleh Mustafa menyatakan, sukses itu harus mampu dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa depan karena ini baru merupakan langkah awal.

“Bapak Ketua Umum mengapresiasi hasil perjuangan para pemain, pelatih dan pembina sehingga mampu menyumbangkan gelar untuk Indonesia. Sukses ini diharapkan Ketua Umum untuk makin meningkatkan kinera IPL dalam menghadirkan tata kelola kompetisi tenis meja profesional di Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiyono ketika tiba di Jakarta dari Bangkok, Senin (21/7/2025) malam.

Sebelumnya di semifinal, Arwana Jaya menundukkan tim andalan tuan rumah Thai Police dalam event yang diikuti 24 klub negara-negara Asia Tenggara ditambah tim undangan dari India dan Chines Taipei.

Keikutsertaan Arwana Jaya pada kejuaraan itu merupakan program go international dari IPL yang memiliki agenda mengirimkan klub tiga besar terbaik hasil kompetisi IPL musim kompetisi tahun 2024.

Bersama Arwana Jaya berlaga juga dua wakil IPL lainnya, Onic Sport dan PTM Sukun Kudus. Selain itu tuan rumah juga memberikan fasiltas wild card untuk klub PRG dari Bali. Untuk tingkat usia dini, U-13 tahun, IPL juga mengirimkan dua wakil, Onic Sport dan Gree One.

“Sungguh prestasi membanggakan karena Arwana Jaya bisa mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia pada kejuaraan yang baru pertama kali ini diikuti setelah lama vakum ikut event internasional. Sebagai pengurus dari IPL tentu kami juga bangga dan bahagia karena dari hasil kompetisi dengan tata kelola profesional ini di langkah awal sudah bisa membuahkan hasil membanggakan,” kata Yon Mardiyono.

Apalagi, kata Yon, wakil IPL lainnya juga mencatat prestasi yang cukup membanggakan. Onic Sport dan PTM Sukun mampu menembus delapan besar. Sedangkan untuk U-13 tahun, Onic lolos ke 8 besar dan Gree One masuk 16 besar.

“Sebagai penilaian awal, saya melihat sebenarnya kekuatan tenis meja Indonesia masih mampu bersaing. Bila agenda menambah jam terbang dengan aktif mengikuti turnamen-turnamen internasional bisa terus digalakan maka tenis meja Indonesia akan terus bangkit untuk meraih kejayaan,” ujar Yon.

Menurut Yon, dengan hampir semua klub yang tampil dalam kejuaraan itu menurunkan pemain-pemain nasional negara masing-masing yang dipersiapkan ke SEA Games Thailand, Desember mendatang maka secara mikro event ini juga bisa dipakai mendeteksi peta kekuatan di ASEAN.

Yon menyatakan, pemain-pemain Indonesia memiliki harapan untuk bisa bersaing dan meraih hasil terbaik di SEA Games nanti. “Ya harapan tentu ada. Dari hasil yang diraih Arwana Jaya maka peluang Indonesia untuk bersaing di SEA Games cukup besar. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik untuk tim nasional Indonesia,” tutur mantan pemain andalan Indonesia itu.

Yon mengapreasi perjuangan para pemain dan pelatih serta dukungan pembina masing-masing klub dari persiapan di dalam negeri dan selama bertanding di Thailand sehingga bisa memetik hasil yang membanggakan.

“Ini sebagai langkah awal yang baik dan modal bagus serta besar untuk tenis meja Indonesia go internasional. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk melakukan persiapan lebih baik lagi ke depan karena banyak agenda yang akan diikuti di luar negeri,” tegasnya.

IPL yang sudah diterima menjadi anggota ITTF dan anggota KOI, kata Yon, ke depan akan mempersiapkan tim untuk mengikuti agenda internasional yang cukup padat.
Disebutkan oleh Yon, untuk tingkat senior ada Kejuaraan Asia di India (bulan Oktober), Islamic Solidarity Games di Arab Saudi (November) dan SEA Games di Thailand (Desember). Kemudian untuk tingkat youth atau remaja ada seri WTT di Laos, Bangkok, Dubai, Darwin, Italia, Asian Youth Games di Bahrain serta Kejuaraan Dunia di Rumania.

“Makanya begitu sampai di Indonesia, kami akan langsung melakukan pertemuan untuk mematangkan persiapan. Untuk persiapan SEA Games akan segera digelar Pelatnas di Jakarta,” kata Yon. ***

wwwwww