Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri

Digerebek Suami di Kosan Bersama Pria Muda, Dokter Gigi RS Muara Beliti Terancam Kehilangan Jabatan

Digerebek Suami di Kosan Bersama Pria Muda, Dokter Gigi RS Muara Beliti Terancam Kehilangan Jabatan
Selasa, 22 Juli 2025 05:44 WIB

LUBUKLINGGAU – Skandal seorang dokter gigi berinisial P (46), yang digerebek saat berduaan dengan pria muda di indekos kawasan Lubuklinggau, tak hanya menggemparkan publik, tetapi juga berpotensi mengakhiri kariernya sebagai tenaga medis di lingkungan pemerintahan.

P, yang diketahui bertugas di Rumah Sakit Muara Beliti, Musi Rawas, diamankan bersama seorang pemuda berinisial RK (27) usai digerebek oleh suaminya sendiri, SW, Minggu malam (21/7/2025). Penggerebekan itu dilakukan di Jalan Amula Rahayu, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, setelah SW mencurigai gerak-gerik sang istri yang kerap pamit dinas luar kota namun tak bisa dihubungi.

Penggerebekan turut melibatkan anaknya dan personel kepolisian. “Saat digerebek, mereka tengah berada berdua di dalam kamar,” ungkap Kapolsek Lubuklinggau Selatan II, AKP Nyoman Sutrisna.

Kini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Lubuklinggau. “Kami masih melakukan penyidikan untuk mendalami peristiwa ini,” kata Kanit PPA, Ipda Kopran, Senin (21/7/2025).

Namun persoalan tak berhenti di ranah hukum. Dinas Kesehatan Musi Rawas memastikan P adalah tenaga medis di bawah kewenangannya. “Ya, beliau bertugas di RS Muara Beliti,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Arinanda Kurniawan.

Kepala BKPSDM Musi Rawas, David Pulung, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan proses klarifikasi internal. “Kami menunggu laporan lengkap, dan jika terbukti melanggar etika, sanksi bisa berat,” ujarnya.

David menyebut, berdasarkan aturan disiplin ASN, pelanggaran berat yang mencoreng nama baik instansi bisa berujung pemecatan. “Sanksi terberat adalah pemberhentian dengan hormat tanpa permintaan sendiri,” tegasnya.

Kasus ini memantik perhatian karena menyentuh aspek moral dan profesionalitas pejabat publik. Belum diketahui apakah P akan tetap diizinkan berpraktik di rumah sakit, namun sanksi etik dan administratif dipastikan sedang menunggu keputusan tim disiplin.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Automotif, Beladiri, Sumatera Selatan
wwwwww